alexametrics

Sidory Antarkan Mahasiswa UMS Sabet Emas di WINTEX 2018

15 Maret 2018, 17:50:51 WIB

JawaPos.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng)  jurusan Farmasi berhasil menjuarai ajang World Invention and Technology EXpo (WINTEX) 2018 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) 12-13 Maret 2018.

Dalam kejuaraan tersebut, tim UMS berhasil menyisihkan 95 peserta lain dari 10 negara. Dalam kejuaraan kali ini, mahasiswa UMS membuat karya sederhana untuk mendeteksi kandungan merkuri pada kosmetik.

Ketua Tim, Bayu Aji saat jumpa pers menjelaskan, bahwa selama ini alat deteksi merkuri berbasis teknologi sagat mahal. Harganya bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Kondisi inilah yang kemudian memotivasi para mahasiswa yang antara lain dirinya, Tyas Utomo, Yusdan Nisa, Nazi Ilham dan Lia Intan untuk menciptakan alat sederhana dengan harga yang terjangkau.

“Selama setahun kami berusaha untuk menciptakan bahan dengan pigmen alami dari tumbuhan yang mampu bereaksi dengan merkuri. Dan kami sudah beberapa kali mencoba tetapi gagal,” terang Bayu.

Sejumlah bahan yang pernah dipilih seperti cabai, buah naga, daun jati, pandan, jeruk dan bahan lain yang mengandung pigmen warna. Dari hasil pengujian beberapa bahan akhirnya tim menemukan bahan rimpang empon-empon. 

“Dan ternyata bahan ekstrak kunyit ini mampu bereaksi tetapi kurang maksimal. Kemudian diformulasikan dengan tambahan bahan khusus dan dibuat dalam bentuk nanopartikel,” terangnya.

Akhirnya tim berhasil membuat sebuah alat pendeteksi merkuri yang sangat sederhana yang diberi nama Siple Detector For Mercury (Sidory). Alat ini berbentuk sebuah kertas yang diberikan bahan untuk ekstrak kunyit yang berwarna oranye. 

“Cara kerjanya kosmetik dioleskan di atas alat ini, nantinya kalau warna oranye berubah menjadi coklat maka kosmetik itu mengandung merkuri,” timpal anggota tim, Tyas Utomo.

Dan alat sederhana ini diklaim bekerja 100 persen. Sementara itu, salah satu dosen pembimbing, Aziz Syaifudin mengatakan, nantinya alat ini akan dipatenkan terlebih dahulu sebelum diproduksi secara masal.

“Ke depannya kami menyerahkan kepada mahasiswa apakah akan dipatenkan dengan kampus atau sendiri,” ucapnya. 

Rektor UMS, Sofyan Anif mengaku bangga dengan prestasi mahasiswanya tersebut. Menurutnya capaian tersebut sangat luar biasa. Mengingat peserta yang ikut tidak hanya dari Indonesia. Tetapi juga dari berbagai negara di dunia. Mulai dari Amerika, Tiongkok, Korea, Kroasia, Jepang dan juga negara lainnya.

“Kami jelas akan memberikan penghargaan kepada para mahasiswa untuk prestasi ini,” katanya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Sidory Antarkan Mahasiswa UMS Sabet Emas di WINTEX 2018