JawaPos Radar | Iklan Jitu

Begini Saran Dahlan Iskan bagi Mahasiswa yang Baru Lulus Kuliah

15 Februari 2018, 18:12:32 WIB
Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Kamis (15/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjadi survive dalam jangka panjang merupakan keinginan setiap orang menjalani kariernya. Baik itu memilih menjadi seorang pengusaha, bekerja di instansi atau suatu perusahaan.

Bagi mahasiswa yang baru lulus dari universitas, sangat penting dalam mempertimbangkan langkah awalnya di dunia pekerjaan. Karena itu akan membentuk jiwa yang dalam di setiap orang.

Hal tersebut dikatakan oleh mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan dalam kuliah umum 'Membangun Semangat Pengusaha Muda yang Kreatif dan Inovatif dalam Menghadapi Tantangan di Era Globalisasi' di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Kamis (15/2).

Dikatakannya perusahaan pertama yang dipijakkan oleh seseorang seusai kuliah akan memberikan warna sikap, jiwa, dan perilakunya. "Karena Anda akan terpengaruh tempat perusahaan atau instansi itu, membentuk jiwa Anda yang sangat mendalam," katanya.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Jawa Pos Group itu menyarankan, selepas kuliah, bekerja terlebih dahulu selama 1-2 tahun di perusahaan yang memiliki sistem bagus. Baru kemudian menentukan langkah berikutnya apakah akan mandiri atau tetap berkarier dengan memilih tempat yang lebih besar.

Dengan melangkahkan karier awal di perusahaan yang memiliki sistem bagus, maka ia pun akan mendapatkan pengaruh yang baik pula. "Karena di situ merasa Anda masih hijau, merasa orang lain di perusahaan itu lebih berpengalaman, lebih pintar. Sehingga Anda akan cepat terpengaruh di perusahaan tempat di mana Anda bekerja pertama kali," tuturnya.

Jangan sampai, lanjutnya, di awal karier hanya karena merasa bahwa perusahaan yang dipilih memberikan gaji besar atau lebih baik. Kenaikan pangkat yang cepat hanya dengan mengambil hati bos-nya, namun mempunyai sistem yang buruk.

Perusahaan seperti itu, menurutnya tidak akan membentuk apa-apa pada diri seseorang. "Saya tahu perusahaan itu tidak bisa saya harapkan jangka panjang, saya tahu perusahaan itu pelit, saya tahu perusahaan itu tidak mudah menaikkan pangkat. Tetapi saya tahu perusahaan ini sistemnya bagus. Maka ambillah," ucapnya.

Selain sistem yang baik, yang perlu diperhatikan bekerja di suatu perusahaan adalah orang yang ada di dalamnya. Menurutnya seseorang yang akan masuk bekerja harus mengetahui bos dari pemilik usaha itu bisa menjadi mentor atau panutan yang baik.

"Biarpun Anda tidak akan pernah ketemu dia (pemilik perusahaan), karena jarak yang terlalu tinggi. Beda dengan Anda yang sembarangan masuk (di suatu perusahaan) ternyata bos di situ otoriter, yang mengajarkan yang penting pokoknya untung, yang mengajarkan bahwa menggoreng saham itu baik, yang mengabaikan nilai etika, itu juga akan mewarnai," ucapnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini