JawaPos Radar

Bagi-Bagi 1.130 Komputer

14/11/2017, 21:22 WIB | Editor: Miftakhul F.S
Bagi-Bagi Komputer
Ilustrasi (David Prasetyo/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- Hampir seluruh sekolah setingkat SMP di Sidoarjo bisa melangsungkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun depan. Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo menyanggupi membelikan komputer. Terdapat 28 SMPN reguler dan dua SMPN satu atap yang memperoleh bantuan tersebut.

Sekretaris Dispendik Sidoarjo Tirto Adi menyatakan, pihaknya bakal memberikan 40 unit komputer untuk masing-masing SMP negeri. Jumlah yang sama diberikan pada sekolah lainnya tahun lalu. ’’Prinsipnya memeratakan bantuan. Jadi, kami bagi rata untuk semua sekolah,’’ ujarnya.

Tirto mengatakan, hibah komputer itu tidak hanya berpusat pada sekolah di tengah kota. Pihaknya juga menyasar kecamatan lainnya. Total ada 1.130 unit komputer yang akan dibagikan. Sebanyak 1.120 unit bakal diberikan kepada 28 SMPN reguler. Jadi, rata-rata satu SMPN reguler mendapat 40 komputer. Adapun sisanya, 10 komputer, bakal dibagikan kepada dua SMPN satu atap. Yakni, SMPN Satu Atap Buduran dan SMPN Satu Atap Tambak Kalisongo di Kecamatan Jabon. ’’Kami tetap beri bantuan, tetapi tidak banyak karena siswa di sana juga tidak banyak,’’ ungkapnya.

Bantuan 40 komputer, kata Tirto, belum cukup untuk mengakomodasi penyelenggaraan unas secara mandiri. Dengan rata-rata 300 siswa, satu sekolah seharusnya mempunyai 100 unit. Sebab, UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. ’’Kalau bicara ideal, seharusnya 150 komputer per sekolah. Dengan begitu, bisa dilaksanakan dalam dua sesi saja,’’ ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Tirto meminta pihak sekolah untuk berusaha menutupi kekurangan kebutuhan komputer. Termasuk server UNBK yang memang tidak jadi disediakan pemerintah kabupaten sebagai bantuan. ’’Tahun ini memang ada rencana bantuan komputer dan server seiring PAK (perubahan anggaran kegiatan) 2017. Tapi tidak disetujui,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN di Sidoarjo Zaenul Afani menyambut baik pemberian bantuan komputer tersebut. Namun, dia berharap realisasinya tidak terlambat. Sebab, pemerintah pusat sudah mewanti-wanti bahwa pelaksanaan unas SMP dimajukan April 2018. ’’Kami dikonfirmasi realisasinya Februari. Kalau bisa jangan molor dari yang dijanjikan. Karena kan butuh simulasi juga,’’ paparnya.

(bil/c15/ai)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up