JawaPos Radar

Kemendikbud Tak Jamin soal UN Bebas dari Hal Berbau Politik

13/03/2018, 20:55 WIB | Editor: Imam Solehudin
UN 2018
Sejumlah Pejabat Kemendikbud ketika memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/3). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tahun 2014 sempat membuat geger banyak pihak.

Momen ujian yang kala itu berbarengan dengan Pemilihan Pilpres (Pilpres) sedikit mencoreng dunia pendidikan.

Pasalnya ada beberapa pertanyaan di dalam lembar soal yang mengandung unsur politik.

Empat tahun berselang, momen UN yang berdekatan dengan pesta demokrasi akan kembali terulang di 2018. Dimana ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno menyatakan bahwa kesalahan penulisan soal dengan muatan politik tersebut terjadi akibat human error.

Totok menerangkan, tidak bisa memberikan jaminan pasti bahwa kejadian di tahun 2014 tidak akan terulang di UN tahun ini.

Namun Kemendikbud telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi resiko tersebut dengan cara melakukan review terhadap soal-soal sebelum didistribusikan.

"Jaminan untuk human eror dan lain-lain kita gak bisa jamin 100 persen," ungkap Totok di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

"Dalam proses penulisan soal, ada review cek and ricek, kita sudah berusaha semaksimal mungkin," lanjut Totok.

Quality Control (QC) dalam pembuatan soal juga dinilai telah memenuhi Standart Operating Procedure (SOP), dan dalam pelaksanaan pengecekkannya, lanjut Totok, juga telah melalui banyak tahapan.

Totok yakin bahwa kesalahan seperti itu terjadi bukan semata-mata terjadi karena kesengajaan.

Dia menjadikan kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelumnya untuk memperbaiki sistem pelaksanaan UN tahun ini dan seterusnya.

"Saya yakin di proses penulisan soal tidak ada niat untuk ke arah politik," lanjut Totok

"Selalu kita lakukan perbaikan dengan sebelum-sebelumnya. Seperti yang 4 tahun lalu saat kampanye itu, digunakan pembelajaran," pungkas Totok.

Sebagaimana diketahui, pada Ujian Nasional tahun 2014 terdapat soal yang diduga bermuatan politik.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di beberapa daerah, muncul soal yang menyebut nama Joko Widodo yang kala itu tengah mencalonkan diri dalam Pilpres 2014.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up