JawaPos Radar

Hilangkan Ketakutan Telur Palsu, Siswa SD Adakan Cooking Class

12/04/2018, 00:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Cooking Class
Siswa siswi kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD) Juara Batam binaan Rumah Zakat dalam kegiatan pramuka spesial Cooking Class membuat Telur Mata Sapi pada Rabu (11/4). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Siswa siswi kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD) Juara Batam binaan Rumah Zakat di Kecamatan Sungai Beduk, Batam, melaksanakan kegiatan pramuka spesial Cooking Class membuat telur mata sapi pada Rabu (11/4).

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelajaran life skill dan kemandirian dalam rangka menepis isu telur palsu yang beredar di masyarakat, dan menghilangkan ketakutan mengonsumsi telur.

Telur yang kaya akan sarat dengan vitamin A, E, B6, B12, tiamin, riboflavin folat, zat besi, fosfor, magnesium, selenium dan banyak lagi, menjadi sangat layak untuk dikonsumsi, sebagai menu bekal makan siang yang praktis.

Cooking Class
Para pelajar tengah menikmati telur hasil kreasi sendiri (Istimewa)

Selain kaya akan vitamin, juga kaya asam amino, telur juga dapat menstabilkan hormon, meningkatkan daya ingat dan kinerja otak dan masih banyak lagi. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa makan telur dan memilih untuk diet rendah karbohidrat sebenarnya mengurangi risiko stroke.

Seluruh siswa siswi memiliki kesempatan yang sama membuat telur mata sapi secara bergantian, belajar memecahkan telur, memasukan di pengorengan dan membalik-balik telur hingga masak.

"Saya biasa membuatnya sendiri di rumah,” kata Damares, siswa kelas 2 SD Juara Batam.

Pandhu Alfajri, Pembina Pramuka Siaga SD Juara Batam mengatakan Cooking Class ini menjadi agenda persiapan siswa siswi menuju Kemah Siaga 2018, sehingga di perkemahan nantinya siswa siswi dapat survive dan mengaplikasikan pelajaran yang diberikan.

"Semoga nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab anggota Pramuka Siaga SD Juara dapat berkembang dengan baik," kata Pandhu.

Selain menyimpan keseruan, program ini menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan untuk diikuti, melatih life skill siswa, mengungkit kemandiriannya dan menjadi pembelajaran yang tidak mudah dilupakan.

"Menyirami semangat, memantik kreativitasnya, dan terus menabur benih-benih optimisme agar setiap potensi generasi bangsa berkembang dengan pesat," kata Guru Pandhu lagi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up