JawaPos Radar | Iklan Jitu

Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online

11 Juli 2018, 09:59:38 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Upaya Mencegah Dampak Buruk Kuliah Online
Sejumlah perwakilan dari universitas di Taiwan, Amerika Serikat, dan negara lain menceritakan budaya kuliah di perguruan tinggi masing-masing. Mereka juga menceritakan pengalaman memberikan kuliah online yang juga menjadi bagian dari proses perkuliahan di (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Universitas Surabaya (Ubaya) memprakarsai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kerja sama yang melibatkan universitas asing dari 26 negara itu akan menghasilkan sejumlah program pertukaran mahasiswa.

Rektor Universitas Surabaya Joniarto Parung mengatakan, kesempatan tersebut terbuka bagi mahasiswa Ubaya dari semua jurusan. Mahasiswa juga dibebaskan memilih program studi di universitas tujuan.

Durasinya, mulai 1 bulan hingga setahun. Kemudian, soal uang kuliah, mahasiswa tidak perlu membayar uang kuliah berdasarkan tuition fee pada universitas tujuan.

"Jadi melanjutkan kuliah biasa di universitas asal. Hanya, kegiatan perkuliahannya di universitas luar negeri tujuan," kata Joniarto kepada JawaPos.com, Selasa (10/7).

Meski akan ada banyak program, Juniarto mengatakan hanya program studi berbahasa inggris yang kemungkinan akan dibuka. Misalnya, jurusan design, management, dan engineering.

"Saya sempat diskusi panjang lebar dengan universitas AISO, Taiwan. Hasilnya, pertukaran mahasiswa pada program studi Kedokteran juga akan dibuka," kata Joniarto.

Lebih lanjut, Joniarto menjelaskan, mahasiswa tidak hanya akan belajar sesuai dengan program studi pilihan. Para mahasiswa juga akan merasakan semua kegiatan perkuliahan di universitas.

Supaya, mahasiswa juga akan mendapat sejumlah keuntungan lain. Misalnya, pembelajaran tentang "adat istiadat" perkuliahan di negara tujuan. Karena, setiap negara punya budaya dan karakter mahasiswanya masing-masing.

Dampaknya, Joniarto berharap mahasiswa dapat lebih menghargai kegiatan perkuliahan di kampus, ketimbang secara online. Mengingat, kemajuan teknologi sudah merambah ke pelbagai aspek kehidupan. Termasuk kegiatan perkuliahan pada perguruan tinggi.

"Kuliah dan mengunduh materi secara online pun menjadi tren. Nah, kalau kuliah online saja, akan ada banyak hal yang hilang. Misalnya, pengembangan karakternya ngga ada," katanya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up