JawaPos Radar

Kata Dino Soal Potensi Diaspora Indonesia

11/04/2017, 21:32 WIB | Editor: Dwi Shintia
Kata Dino Soal Potensi Diaspora Indonesia
AKRAB: Dino Patti Djalal berpose setelah diskusi bersama di New Delhi, India. (Indonesia Diaspora Network for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan Delhi Policy Group, mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal mengajak para diaspora Indonesia di New Delhi, India untuk berdiskusi pada Jumat (10/3).

’’Potensi orang Indonesia di luar negeri itu bagian dari pembangunan ekonomi Indonesia dan menjadi peluang jejaring bagi Indonesia secara global,’’ papar Dino yang kini dikenal sebagai ketua Indonesia Diaspora Network (IDN).

Dia mencontohkan, orang Indonesia yang berada di Amerika Serikat (AS). Secara pendapatan per kapita dan tingkat pendidikan Indonesia berada di atas AS. Pendapatan per kapita orang Indonesia di AS adalah USD 60 ribu per tahun sementara orang AS sendiri hanya USD 50 ribu per tahun. Pelajaran sukses diaspora dapat dilihat dari India dan Tiongkok sebagai dua negara penyumbang diaspora terbesar di dunia.

Berbeda dengan Indonesia, India dan Tiongkok memiliki kementrian khusus yang menangani dan memberdayakan diaspora karena dua negara ini menyadari diaspora sebagai kekuatan pembangunan ekonomi luar biasa.

Dampak diaspora terhadap India dan Tiongkok terlihat dari pertumbuhan ekonominya yang tinggi. Indonesia belum sampai ketahap dalam pembentukan badan khusus untuk menangani diaspora.

IDN memiliki beberapa rencana strategis untuk mengembangkan potensi diaspora yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap pembangungan Indonesia. IDN sendiri sedang mengupayakan beberapa hal.

Misalnya seperti pembuatan kartu diaspora, yang memungkinkan orang Indonesia di luar bisa membeli rumah dan properti. Program Desa Asuh Diaspora juga sedang dirintis dan nantinya dapat dilaksanakan oleh komunitas diaspora, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang tersebar di berbagai Negara.

’’Melalui program ini, diaspora bisa berkontribusi dalam bentuk pengiriman baju, buku, beasiswa, pelatihan dan kontribusi lainnya. Rasionalisasi dari program ini adalah bahwasanya keahlian diaspora harus disinergikan dengan kebutuhan di tanah air,’’ ulas Dino.

Dalam waktu dekat, IDN juga akan mengadakan Konvensi Diaspora Indonesia pada 1 Juli 2017 sebagai bagian dari Kongres Diaspora IV yang dipersiapakan untuk menjadi konvensi terbesar dan berorientasi pada publik. (ina/tia)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up