JawaPos Radar

Beasiswa 360 Anak Muda Ini Berkat Indonesia Tiongkok Culture Centre

08/09/2017, 22:22 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Beasiswa 360 Anak Muda Ini Berkat Indonesia Tiongkok Culture Centre
PEDULI: Dahlan Iskan (enam dari kiri) dan Nafsiah Sabri mendampingi Sinta Nuriyah Wahid serta Irianto Lambire dalam pelepasan pelajar ke 14 universitas di Taiwan-Tiongkok oleh Indonesia Tionghoa Culture Center 2017 di DBL Arena Surabaya. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Perasaan Hani Puspitaningrum Nur Mamuri campur aduk ketika dirinya bisa duduk bersimpuh di hadapan mantan ibu negara, Sinta Nuriyah Wahid.

Saking bangganya, mata gadis asal Kalimantan Utara itu sampai berkaca-kaca. Dia meminta doa restu kepada istri almarhum Abdurrahman Wahid itu untuk menimba ilmu ke Tiongkok.

Di Tiongkok, Hani akan mengambil jurusan kedokteran di Hubei Polytechnic University. ''Saya sejak lama pengen jadi dokter. Tapi karena saya dari SMK sulit untuk masuk fakultas kedokteran di Indonesia,'' katanya.

Beasiswa 360 Anak Muda Ini Berkat Indonesia Tiongkok Culture Centre
SELAMAT-SELAMAT: Berdiri dari kiri Andre So, Lily Yosica, Matius Awoitauw, Irianto Lambire, Atbah Romin, Khalilurrahman, Dahlan Iskan dan M.Nasihuddin di DBL Arena Surabaya. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Hani merupakan satu dari 360 anak muda yang hendak berangkat menimba ilmu ke Tiongkok. Mereka diberangkatkan atas beasiswa dari Indonesia Tiongkok Culture Centre atau ITCC.

''Ini merupakan tahun ketujuh kami memberangkatkan anak-anak muda untuk melanjutkan studi di Tiongkok,'' kata Dahlan Iskan selaku Pembina ITCC.

Dahlan mengaku bangga karena dari tahun ke tahun mereka yang mendapatkan beasiswa ke Tiongkok semakin banyak. Mereka berasal dari berbagai daerah di tanah air. Tahun ini terbanyak dari provinsi terbaru di Indonesia, yakni Kalimantan Utara (Kaltara).

''Juaranya tahun ini dari Kaltara, ada 65 calon mahasiswa yang diberangkatkan. Hebat gubernurnya,'' puji Dahlan pada Gubernur Kaltara Irianto Lambire yang kemarin hadir mendampingi warganya.

Selain dari Kaltara, calon mahasiswa dari Papua juga banyak. Ada 28 orang. Para calon mahasiswa dari Papua itu sempat unjuk penampilan. Mereka menarikan tarian daerah. Dahlan ikut larut menari bersama mereka.

Dahlan juga mengapresiasi SMA 1 Nahdlatul Ulama Gresik. Tahun ini, mereka mengirimkan 19 calon mahasiswa untuk studi ke Tiongkok.

Seremoni pemberangkatan calon mahasiswa ke Tiongkok tahun ini memang istimewa. Sinta Nuriyah menyempatkan hadir. Pada para calon mahasiswa, Sinta berpesan agar mereka tak sekadar membawa misi pribadi. Namun, anak-anak itu juga harus membawa nama bangsa. ''Anda ini duta bangsa. Tolong harumkan nama Indonesia,'' ujarnya.

Menurut dia, program beasiswa yang digagas ITCC sangat positif untuk menjalin hubungan persaudaraan Indonesia dan Tiongkok. Apalagi, menurut dia, hubungan kedua negara sebenarnya sangat lama terbina. ''Semoga ini semakin bisa memupuk hubungan baik kedua negara,'' ujarnya.

Sinta lantas menceritakan sejarah budaya Tiongkok di Indonesia. Hubungan Tiongkok dan Indonesia sebenarnya jauh terjalin sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Etnis Tionghoa di Indonesia juga punya peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan. Di era Presiden Abdurrahman Wahid juga pembelaan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia dilakukan.

''Program beasiswa ini menurut saya mulia dan tidak mudah dilakukan. Pak Dahlan menurut saya ikut mengambil bagian mencerdaskan anak bangsa lewat program ini,'' kata perempuan kelahiran Jombang itu. Oleh karena itu dia berharap Dahlan diberi kesehatan, umur panjang dan dijauhkan dari masalah hukum agar bisa terus berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sinta mengaku bangga mendengar banyak calon mahasiswa yang mengambil jurusan kedokteran. Sebab Tingkok terkenal bisa memadukan ilmu kedokteran modern dan pengobatan tradisional.

Diharapkan ilmu seperti itu nantinya dikuasai para anak-anak Indonesia. Dari 360 calon mahasiswa yang diberangkatkan, sebanyak 160 anak mengambil jurusan kedokteran. Sisanya merata di sebuah jurusan.

Pada akhir acara, Sinta sempat bercanda pada para calon mahasiswa. Ibu tiga putri itu menunjukan kemampuannya berbahasa mandarinnya. ''Yi Lu Ping An (selamat jalan). Wo Ai Ni (aku mencintaimu),” ucap Sinta pada para calon mahasiswa sebelum meninggalkan tempat acara.

(gun/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up