JawaPos Radar

Terapkan Zonasi, 12 SMP Negeri di Solo Kekurangan Siswa

08/07/2018, 18:13 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
PPDB SMP
ILUSTRASI: Di tahun pertama penerapan zonasi, masih banyak SMP di Kota Solo yang kekurangan siswa. Setidaknya ada 12 SMP yang sampai penutupan pendaftaran kuota siswanya belum terpenuhi. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penerapan zonasi pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Solo berbuntut panjang. Di tahun pertama penerapan zonasi, masih banyak SMP yang kekurangan siswa. Setidaknya ada 12 SMP yang sampai penutupan pendaftaran kuota siswanya belum terpenuhi.

12 SMP tersebut diantaranya di SMP Negeri 10 Surakarta. Dari kuota sebanyak 149 siswa yang terseleksi baru sebanyak 107 siswa. Kemudian untuk SMP Negeri 3, dari jumlah kuota sebanyak 232 siswa yang terseleksi tidak lebih dari separuhnya yakni 110 siswa. Selain itu, kekurangan siswa juga terjadi di SMP Negeri 26. Dari jumlah kuota sebanyak 169 yang terseleksi baru 32 siswa saja. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Etty Retnowati mengatakan, banyaknya sekolah yang belum memenuhi kuota bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalkan saja banyaknya siswa yang memilih mendaftarkan ke sekolah swasta yang dirasa mempunyai kualitas bagus.

"Bisa jadi para siswa sudah mendaftar ke sekolah swasta yang dirasa punya kualitas lebih baik," terangnya. 

Dengan banyaknya sekolah yang belum memenuhi kuota tersebut, Etty menambahkan, Pemkot Solo akan melakukan beberapa kebijakan. Salah satunya dengan dengan menampung siswa yang sebelumnya sudah melakukan pendaftaran. Bahkan, Pemkot siap menampung siswa dari lintas zonasi.

"Para siswa yang mungkin belum mendapatkan sekolah bisa kembali Senin (besok) ke sekolah yang kemarin sudah mendaftar. Untuk lintas zonasi mungkin juga akan dilakukan," katanya. 

Terpisah, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menilai, kekurangan kuota di sejumlah sekolah ini lantaran infrastruktur yang belum memadai. Rudy mencontohkan, dalam hal ini adalah penyebaran sekolah yang belum rata.

"Ada di satu kecamatan lebih dari tujuh sekolah, dan ada yang kurang dari lima. Standarnya setiap kecamatan ada lima sekolah. Dengan jumlah itu nanti zonasi akan bisa berjalan," ungkapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up