JawaPos Radar

Penerima Nobel Kedokteran Peroleh Gelar Doktor Honoris Causa UI

08/02/2017, 22:01 WIB | Editor: Ilham Safutra
Penerima Nobel Kedokteran Peroleh Gelar Doktor Honoris Causa UI
Penerima nobel bidang kedokteran Sir Richard J Roberts (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penerima nobel bidang kedokteran Sir Richard J Roberts meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia (UI) dalam bidang Life Science. Penghargaan tersebut diterima Richard sambil memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa dan pelajar di Balairung UI, Rabu (8/2).

Dalam kuliah umumnya, Richard memaparkan manfaat probiotics atau mikro organisme hidup yang dapat memberikan efek baik pada organisme lainnya di dalam tubuh manusia. Bakteri tersebut yaitu lactobacillus, bifidobacteria, helicobacter, dan lainnya.
Dedikasi ini merupakan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang ilmu pengetahuan biologi, epigenomik atau genomik dan fungsi genomik.

“Saya rasa penghargaan ini betul-betul baik dan patut diapresiasi. Saya juga tak tahu mengapa penghargaan ini diberikan kepada saya, karena diberikan maka saya tak mungkin berkata tidak,” kata Richard tertawa.

Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, masyarakat akan mendapatkan perspektif ilmu baru di bidang kedokteran. Hal ini sebagai salah satu cara UI untuk menghadirkan akademik tanpa batas serta menunjang pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing global.

“Banyak area riset yang beliau kembangkan juga dikembangkan di UI. Seperti bidang obat-obatan atau farmasi. Kebetulan ada tujuh kandidat, dan beliau satu alumni dengan saya serta topiknya menarik,” kata Anis.

Sir Richard J Roberts merupakan akademisi yang menerima hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1993 atas penemuannya yaitu Gen Split dan MRNA Splicing. Saat ini Richard menjabat sebagai Direktur Riset di New England Biolabs di Massachusetts USA.

Penelitiannya berhasil mengubah cara pandang cara biologiwan tentang gen yang berdampak pada perkembangan yang sangat progresif di berbagai bidang khususnya pada riset tentang kanker.

Kini Richard tengah fokus pada identifikasi enzim restriksi dan gen methylase dalam database GenBank dan pengembangan metode cepat untuk pengujian kadar logam fungsi mereka. Richard juga sudah menyampaikan kuliah umum di St Andrews International School Sathorn Bangkok. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up