JawaPos Radar

Rekrutmen PNS Guru, Honorer Diharapkan Jadi Prioritas

03/02/2018, 00:25 WIB | Editor: Budi Warsito
Rekrutmen PNS Guru, Honorer Diharapkan Jadi Prioritas
Ketua umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifa Rosidi. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Rencana pemerintah melakukan penerimaan pegawai untuk formasi guru pada 2018 ini, disambut baik Ketua umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifa Rosidi.

Ia menilai, rekrutmen tenaga pendidikan memang sudah sepantasnya dilakukan. Karena, saat ini tenaga pendidik memang jumlahnya jauh dari kata cukup.

Selama ini, penambahan tenaga pendidik dilakukan hanya untuk pegawai honorer atau guru tidak tetap yang jumlahnya sampai saat ini cukup signifikan.

Unifa berharap, nantinya para honorer ini akan mendapat prioritas. Karena, memang sangat membantu jalannya proses belajar mengajar di sekolah-sekolah. Terlebih lagi bagi guru-guru di daerah terluar yang tantangannya jauh lebih besar dari sekolah-sekolah yang berada di kota.

“Mohon menteri memberi prioritas bagi guru honorer. Mereka yang berada di daerah terluar dan terdepan dalam rekrutmen nantinya. Kami menaruh harapan besar kepada mendagri atas status guru nantinya,” kata Unifa ketika ditemui di Pacific Place Hotel, Batam, pada Jumat (2/2).

Unifa melanjutkan, penerimaan tenaga pendidikan ini merupakan yang pertama sejak hampir sepuluh tahun lalu. Keadaan ini diakuinya, memang sedikit banyak mempengaruhi bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia.
Padahal, pihaknya terus melakukan upaya untuk penambahan jumlah guru. PGRI, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kita sampaikan guna mencari formula kekurangan guru,” katanya lagi.

Hal yang juga menjadi perhatiannya adalah, penyederhanaan administrasi yang dinilai sangat membantu kerja guru. Selama ini, guru cenderung berkerja ekstra. Selain mengajar di kelas, mereka juga harus menyelesaikan tugas-tugas administrasi untuk dilaporkan.

“Kita selama ini bukan lembur mengajar, tapi lembur membuat laporan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo menyampaikan bahwa, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi permintaan Kemendikbud. Rencana merekrut 250 ribu tenaga pendidik adalah satu dari banyak upaya lain yang tengah dikerjakan.

Terkait dengan penyederhanaan administrasi tersebut, Tjahyo menyampaikan, kalau hal tersebut merupakan prioritas pemerintah yang tertuang dalam nawacita. “Kalau bisa laporan itu cukup satu lembar,” kata Tjahyo.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up