Mapel Informatika Kembali Diajarkan, Begini Tantangan Gurunya

02/09/2018, 13:00 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ilustrasi: mata pelajaran Informatika kembali dikenalkan di lingkungan sekolah. Kehadiran mata pelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang mengasuhnya. (Rojai/Lombok Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah memutuskan untuk menghadirkan kembali mata pelajaran (mapel) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah. Mapel yang berganti nama dengan informatika itu akan diajarkan di kelas SMP dan SMA. Mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla menjelaskan, di jenjang SMP, porsi mapel informatika dua jam pelajaran per pekan. Sedangkan di jenjang SMA, informatika masuk kategori mata pelajaran pilihan dengan porsi dua sampai tiga jam pelajaran per pekan.

Awaluddin mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam penerapan mapel informatika itu. Di antaranya, jumlah guru yang hanya sekitar 40 ribu orang. Dari jumlah itu, guru informatika yang bersertifikasi serta linier jalur kuliahnya hanya sekitar 20 ribu orang atau separonya. "Di satu sisi belum ada penambahan guru (CPNS, Red) baru," tuturnya di Jakarta kemarin (1/9).

Ilustrasi: mata pelajaran Informatika kembali dikenalkan di lingkungan sekolah. Kehadiran mata pelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang mengasuhnya. (Galih Cokro/Jawa Pos)

Saat ini, lanjut dia, Kemendikbud masih menyiapkan dokumen implementasinya. Kompetensi dasar mapel informatika juga terus dikaji, divalidasi, dan diuji coba. Selain itu, persepsi antara akademisi dan guru disamakan.

Awaluddin menegaskan, mapel informatika harus disampaikan dengan tepat dan baik. Belum diputuskan apakah mapel informatika tersebut diterapkan langsung secara menyeluruh atau bertahap.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji berharap tidak sekadar ganti nama, tetapi materinya juga ditingkatkan ketimbang saat masih bernama TIK dahulu.

"Mapel informatika bukan siswa belajar cara pakai komputer. Sebab, siswa sekarang sudah penduduk dunia digital," tuturnya. Menurut Indra, mapel informatika harus bisa membantu siswa memecahkan masalah, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun jiwa kolaborasi memanfaatkan teknologi.

Misalnya, dalam satu kelas siswa membuat aplikasi atau game yang tentunya tidak boleh sama. Kemudian, ada salah satu karya siswa yang nge-lag atau macet. Dari kasus itu, siswa bisa berupaya keras memecahkan persoalan yang dihadapi. 

(wan/c7/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi