alexametrics

Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia

2 Mei 2019, 15:49:20 WIB

JawaPos.com – Mahasiswa Indonesia yang terdiri atas 26 tim mengikuti pertandingan inovasi kendaraan hemat energi di Malaysia. Inovasi mereka dipertontonkan dalam event Shell Eco-Marathon Asia 2019 yang berlangsung sejak 29 April hingga 2 Mei.

Di antara 26 tim tersebut terdapat beberapa tim yang sudah menjadi unggulan menjadi pemenang. Misalnya, tim Sapuangin dari Institut Tekonologi Sepuluh (ITS) Nopember, tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI).

Pada kompetisi itu, seluruh tim memilih salah satu jenis kendaraan yang bakal mereka buat. Yaitu, prototype dan urbanconcept. Kendaraan itu menggunakan pilihan bahan bakar hidrogen, beterai elektrik, dan internal combustion.

Antusiasme mahasiswa Indonesia untuk berkompetisi di ajang ini sangat besar. Secara grafik, pada kompetisi yang diadakan untuk mahasiswa di Asia Pasifik dan Timur Tengah itu, jumlah tim mahasiswa Indonesia paling banyak dibandingkan dengan tim dari negara lainnya.

”Ini artinya mereka berperan secara langsung dalam menciptakan inovasi kendaraan yang ramah lingkungan,” kata Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi.

Di setiap tahunnya para mahasiswa membuat kemajuan dalam setiap inovasi. Sehingga, bahan abakar yang digunakan pada kendaraan hemat energi bisa semakin ditekan. ”Mereka terus mengasah kemampuannya, mengeksplorasi, dan terus berupaya menjawab tantangan di masa depan,” katanya.

Manajer tim Rakata Institut Teknologi Bandung (ITB) Agustinus Sinaga menyampaikan, tim Rakata membuat kemajuan dalam setiap inovasi. Dapat terlihat efisiensi bahan bakar yang digunakan. “Jadi, memang riset yang dilakukan berkelanjutan setiap tahunnya,” kata Agustinus.

Kali ini mereka melombakan kendaraan jenis prototype dengan bahan bakar etanol di Shell Eco-Marathon Asia 2019. Pada hasilnya di perlombaan itu bahan bakar yang dihabiskan Rakata per liter mampu menempuh 926 km. Selain superirit, emisi yang dikeluarkan dari kendaraan itu pun terbilang lebih sedikit dibandingkan dari jenis bahan bakar gasoline dan disel.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gita Nawangsari