Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 08.22 WIB

SMK Negeri 5 Surabaya Terapkan Masa Studi Empat Tahun, Peluang Wirausaha Lebih Luas

Jurusan di SMK 5 Surabaya - Image

Jurusan di SMK 5 Surabaya

JawaPos.com – Ilham Maulana dan Irma Febriyanti terlihat serius. Mereka sedang mengikuti rangkaian uji kompetensi keahlian (UKK) untuk jurusan kimia industri Senin (20/2). Keduanya sedang melakukan proses ekstraksi minyak kemiri.


Ilham mengatakan, tahun ini adalah tahun keempatnya di SMKN 5 Surabaya. Pada tahun ketiga, dia mengikuti ujian nasional. Tahun keempat, dia melaksanakan praktik kerja di industri selama tujuh bulan. ”Baru Februari ini ikut UKK,” katanya.


Saat praktik kerja di industri, Ilham magang di dua perusahaan. Masing-masing selama empat bulan dan tiga bulan. Di salah satu perusahaan itu, dia bekerja di bagian quality control. Berbagai bagian sudah dia jajal. Mulai analisis kimia, analisis mikro, field inspector, gudang karantina, hingga incoming material. ”Lumayan, jadi tahu bagaimana proses bekerja di industri,” jelasnya.


Dia menilai, sekolah selama empat tahun cukup menguntungkan. Sebab, paling lama magang kerja di industri hanya tiga bulan bagi sekolah dengan masa studi tiga tahun. ”Saya bisa sampai tujuh bulan,” tutur laki-laki yang berencana bekerja di Palembang setelah lulus tersebut. Selain mendapat ilmu dan pengalaman langsung, dia memperoleh beberapa fasilitas dari perusahaan. Misalnya, uang transpor serta fasilitas makan-minum.


Staf Waka Humas SMKN 5 Mei Yanto mengatakan, kimia analisis dan kimia industri merupakan jurusan yang cukup dilirik perusahaan. Untuk jurusan kimia analisis, fokus kompetensinya adalah pengujian zat-zat kimia. ”Kandungan suatu zat baik atau tidak,” terangnya. Untuk kimia industri, fokus kompetensinya adalah menghasilkan produk.


Peluang siswa terjun ke dunia industri juga besar. Apalagi, perusahaan membutuhkan petugas quality control untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain bekerja di perusahaan, siswa bisa membuat produk sendiri. Misalnya, membuat produk sabun cuci.


Demikian pula jurusan teknik instalasi tenaga listrik. Guru Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 5 Budi Musana mengatakan, peminat jurusannya cukup banyak. Ada tiga kelas dengan 35–36 siswa. Perusahaan yang melirik para lulusan juga tidak sedikit. Pihaknya proaktif menjalin kerja sama dengan perusahaan. ”Kira-kira ada 25 perusahaan (kerja sama) untuk instalasi listrik,” tuturnya.



Untuk mendukung kompetensi siswa, pihak sekolah meningkatkan kualitas lembaga. Di antaranya, melalui sertifikasi. Saat ini jurusan teknik instalasi tenaga listrik dipersiapkan untuk mampu menjadi lembaga sertifikasi profesi atau LSP-P1. Sertifikasi bisa menjadi penambah nilai selain ijazah yang diterima siswa saat kelulusan. ”Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” katanya. (puj/c7/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore