
Cawagub Sandiaga Uno.
JawaPos.com - Menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, cawagub Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan agar menghindari adanya money politics.
Menurut pasangan Anies Baswedan ini, para pelaku harus diberikan tindakan tegas. Dia pun berpesan kepada semua pihak apabila nantinya menemukan hal itu bisa segera diviralkan di media sosial.
"Ya bisa dilakukan OTT (operasi tangkap tangan), difoto lalu di-upload saja di media sosial," kata dia di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (16/3).
Untuk mengawal agar tidak ada politik uang ini, dia menurunkan relawan dan tim pemenangan di hari H. Pria berkacamata ini juga berkata, selain mengawasi pasangan calon sebelah, tim mereka sendiri juga akan diawasi. Bahkan bila ada timnya yang tertangkap tangan, menurutnya hal semacam itu juga tak segan untuk ditindak. Selain dihukum pidana, sanksi sosial juga harus diberikan kata dia.
"Yang seperti itu arus diarak keliling kampung lantaran dianggap merusak nilai kejujuran dan demokrasi. Itu juga harus serahkan kepada pihak yang berwajib," ucap dia. (elf/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
