
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dalam sesi debat kelima Pilpres 2024 Minggu malam (4/2) (Antara)
JawaPos.com – Debat terakhir Pilpres 2024 sudah rampung digelar pada Minggu (4/2) malam.
Sebelumnya, debat pertama dan kedua digelar pada tanggal 12 dan 22 Desember 2023. Lalu, debat ketiga dan keempat pada 7 dan 21 Januari 2024 lalu.
Acara yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini dihadiri oleh tiga pasangan capres dan cawapres. Nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Kali ini, tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.
Pada momen debat pamungkas malam ini (4/2), calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa dia bersama calon wakil presiden Mahfud Md sudah punya rencana soal langkah-langkah strategis pembangunan kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi (TI) di Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, pasangan capres dan cawapres nomor 3 tersebut menyiapkan tiga langkah utama. Yakni, mendukung sektor swasta supaya gawai dapat terinput ke dalam sistem E-Katalog.
"Kita punya industri swasta untuk gadget. Pabriknya ada di Semarang, harganya terjangkau, lebih murah. Kalau itu bisa masuk E-Katalog kita, sebenarnya kita bisa membantu dia," ungkap Ganjar Pranowo dalam sesi debat terakhir Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta. Dikutip dari Antara.
Kedua, PT LEN Industri (Persero) diberi tugas secara khusus guna merealisasikan kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan TI Indonesia.
"Atau yang kedua, kita bisa menugaskan kepada PT LEN. Kalau nggak salah dulu pernah akan dibuat ini, satu komputer satu laptop harga maksimum Rp 1 juta. Sayang kalau ini tidak kita pastikan tanpa penugasan dari pemerintah, maka tidak pernah selesai," katanya.
Ketiga, bekerja sama dengan industri telekomunikasi dan TI luar negeri. Hal ini bertujuan untuk adanya transfer teknologi. Termasuk ilmu dan teknologinya.
"Kalau tidak, pilihannya adalah bergandengan tangan dengan industri yang ada di luar dengan brand-brand internasional, tetapi, pabriknya di Indonesia,” ungkap Ganjar Pranowo.
“Politik ini kalau kita mau komparasikan, di India pernah melakukan, sehingga transformasi pengetahuannya, teknologinya, semua akan bisa dilakukan, dan kita akan mendapatkan nilai tambah," tutupnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
