Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22.37 WIB

9 Ucapan yang Sering Dilontarkan Anak-Anak sebagai Tanda Tidak Hormat pada Orangtuanya

Ilustrasi anak dan orang tua (magnific)

 

JawaPos.com - Kenali sembilan ucapan yang terkadang menjadi tanda anak mulai kurang menghargai orangtua, mulai dari membantah hingga meremehkan nasihat keluarga.

Hubungan antara anak dan orangtua tidak selalu berjalan tanpa konflik. Seiring bertambahnya usia, anak mulai memiliki pendapat, keinginan, dan cara pandang sendiri sehingga perbedaan dengan orangtua menjadi hal yang cukup wajar.

Namun, ada kalanya cara anak menyampaikan pendapat justru menunjukkan berkurangnya rasa hormat kepada orangtua. 

Tanda tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk bentakan atau perkataan kasar. Beberapa ucapan terdengar biasa, bahkan seperti kalimat sehari-hari, tetapi jika terus diucapkan dengan nada meremehkan atau dilakukan berulang kali, dapat menunjukkan adanya masalah dalam komunikasi.

Dirangkum dari laman YourTango, ucapan-ucapan berikut menjadi tanda bahwa seorang anak tidak menghormati orangtuanya. 

Namun, konteks, usia, situasi keluarga, serta pola komunikasi secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

1. “Aku Sudah Tahu, Nggak Perlu Dibilangin.”

Kalimat ini memang bisa saja menunjukkan bahwa anak sudah mengetahui sesuatu. Namun, nada dan cara penyampaiannya dapat membuat maknanya berbeda.

Jika diucapkan secara berulang ketika orangtua sedang memberikan nasihat, kalimat tersebut dapat terdengar seperti penolakan terhadap upaya orangtua untuk membantu.

Anak yang semakin mandiri memang membutuhkan ruang untuk mengambil keputusan sendiri. Akan tetapi, kemandirian seharusnya tidak harus disertai dengan sikap meremehkan orangtua.

Komunikasi yang lebih sehat dapat dilakukan dengan mengatakan, “Aku sudah tahu, tetapi terima kasih sudah mengingatkan.” Perbedaan kecil dalam cara berbicara tersebut dapat menunjukkan bahwa anak tetap menghargai perhatian orangtua.

2. “Terserah, Ini Hidupku.”

Memiliki kendali atas kehidupan sendiri merupakan bagian dari proses menjadi dewasa. Anak memang perlu belajar membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Namun, ketika kalimat “ini hidupku” digunakan untuk menutup semua pembicaraan, terutama ketika orangtua menyampaikan kekhawatiran yang masuk akal, komunikasi dapat berubah menjadi konfrontasi.

Orangtua tidak selalu benar, tetapi kekhawatiran mereka juga tidak otomatis berarti bentuk campur tangan yang buruk.

Perbedaan pendapat dapat disampaikan tanpa menghilangkan penghargaan terhadap orang yang sedang berbicara. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore