Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 16.07 WIB

8 Sikap Orang Tua yang Membuat Anak Semakin Menjauh, Tanpa Sadar Bikin Anda Sulit Menjaga Hubungan Dekat Dengannya

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin mereka sulit menjaga hubungan dekat dengan sang anak./Freepik. - Image

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin mereka sulit menjaga hubungan dekat dengan sang anak./Freepik.

JawaPos.com - Menjaga hubungan yang dekat dengan anak adalah impian setiap orang tua, tetapi tanpa disadari, ada beberapa sikap yang justru membuat mereka semakin menjauh.

Bukan karena kurangnya kasih sayang, tetapi terkadang cara kita merespons perasaan, masalah, atau keputusan anak bisa membuat mereka merasa tidak dipahami.

Banyak orang tua yang merasa sudah melakukan yang terbaik, namun tetap kesulitan membangun hubungan yang dekat dengan sang anak.

Anak justru mulai enggan berbagi cerita, menutup diri, atau bahkan mencari tempat lain untuk mendapatkan dukungan emosional.

Jika hal ini dibiarkan, hubungan yang seharusnya penuh kehangatan bisa berubah menjadi hambar dan penuh jarak. Lalu, apa saja sikap yang tanpa sadar bisa membuat anak semakin menjauh?

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Rabu (12/3), berikut merupakan 8 sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin Anda sulit menjaga hubungan dekat dengannya.

1. Terlalu banyak memberi nasihat

Nasihat tentu penting, tetapi jika setiap percakapan dengan anak selalu diisi dengan wejangan panjang, anak bisa merasa seperti sedang dihakimi.

Mereka mungkin hanya ingin bercerita atau mengungkapkan perasaan tanpa harus mendapat solusi atau nasihat setiap saat.

Sebagai orang tua, cobalah sesekali hanya mendengarkan tanpa langsung memberi saran.

Jika anak memang membutuhkan nasihat, tanyakan, "Kamu mau dengar pendapatku atau hanya ingin didengar?" Dengan begitu, anak merasa dihargai dan tidak selalu tertekan dengan tuntutan dari orang tua.

2. Mengharapkan kesempurnaan dari anak

Orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anaknya, tetapi tanpa sadar mereka bisa menuntut terlalu tinggi hingga membuat anak merasa tidak cukup baik.

Misalnya, ketika anak mendapatkan nilai 80, orang tua langsung bertanya, "Kenapa nggak 100?" atau membandingkan dengan anak lain yang lebih pintar.

Jika hal ini terus terjadi, anak akan merasa bahwa dirinya hanya berharga jika berhasil mencapai standar tertentu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore