Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 22.33 WIB

Perjuangan Tak Terlihat, 7 Hal yang Hanya Dipahami oleh Mereka yang Tumbuh dalam Keluarga Berpenghasilan Rendah dan Dampaknya Seumur Hidup

Ilustrasi keluarga yang hidup dengan penghasilan rendah. (Freepik) - Image

Ilustrasi keluarga yang hidup dengan penghasilan rendah. (Freepik)

JawaPos.com - Tumbuh dalam keluarga berpenghasilan rendah membentuk seseorang dengan cara yang sulit dipahami oleh mereka yang tidak pernah mengalaminya. Ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang keputusan sulit, tekanan sosial yang tak terlihat, dan perjuangan harian yang terus-menerus.

Banyak orang menganggap bahwa jika seseorang tumbuh dalam keterbatasan, berarti mereka telah kehilangan segalanya. Namun, kenyataannya lebih kompleks dari itu. Jika Anda pernah mengalami perjuangan untuk setiap rupiah, menghadapi kesulitan sosial karena kondisi ekonomi, atau merasa harus bekerja dua kali lebih keras untuk mengejar ketertinggalan, Anda pasti memahami situasi ini.

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Jumat, 7 Maret 2025. Berikut adalah tujuh perjuangan yang hanya dipahami oleh mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah:

1. Uang Bukan Sekadar Alat Transaksi, Tapi Sumber Stres yang Konstan

Ketika tumbuh dalam keluarga dengan penghasilan terbatas, uang bukan sekadar alat untuk membeli sesuatu, tetapi juga menjadi sumber kecemasan yang terus-menerus. Setiap kali harus berbelanja kebutuhan pokok atau membayar tagihan, ada rasa khawatir apakah uang yang tersedia cukup atau tidak.

Bagi mereka yang tumbuh dalam kondisi ekonomi sulit, pembelian sederhana seperti pakaian atau makan di luar bukanlah hal biasa, melainkan sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan matang. Setiap keputusan finansial harus dilakukan dengan penuh perhitungan, dan ketakutan akan ketidakcukupan dana selalu menghantui.

2. Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar, Tapi Juga Tempat Bertahan Hidup

Bagi banyak anak dari keluarga berpenghasilan rendah, sekolah bukan hanya tentang memperoleh ilmu, tetapi juga tentang berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang mungkin tidak memahami kesulitan mereka. Pakaian yang sama dikenakan berulang kali, peralatan sekolah seadanya, dan keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler sering kali tidak memungkinkan karena faktor biaya.

Ada tekanan sosial yang besar untuk "terlihat seperti orang lain", tetapi bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, ini adalah tantangan besar. Banyak yang belajar untuk berpura-pura, menyembunyikan kondisi mereka agar tidak merasa terpinggirkan.

3. Meminta Bantuan Bukanlah Hal yang Mudah

Mereka yang tumbuh dalam keluarga miskin sering kali merasa enggan untuk meminta bantuan, bahkan ketika sangat membutuhkannya. Rasa malu, takut dianggap lemah, atau takut menjadi beban bagi orang lain membuat mereka lebih memilih untuk berjuang sendiri.

Ketika anak-anak lain bisa dengan mudah meminta uang untuk kebutuhan sekolah atau hiburan, mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah mungkin memilih diam dan mencari cara lain untuk bertahan. Kebiasaan ini sering kali terbawa hingga dewasa, membuat mereka sulit untuk mengandalkan orang lain meskipun dalam keadaan mendesak.

4. Masa Kecil yang Penuh dengan Tanggung Jawab

Bagi anak-anak dari keluarga miskin, masa kecil bukanlah tentang bermain bebas tanpa beban, melainkan tentang memahami realitas kehidupan lebih awal dari yang seharusnya. Mereka belajar tentang tagihan yang belum dibayar, memahami bahwa orang tua mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan bahkan mungkin harus bekerja sejak dini untuk membantu ekonomi keluarga.

Banyak dari mereka yang harus mengorbankan waktu bermain untuk membantu orang tua, mengurus adik, atau bahkan bekerja paruh waktu sejak remaja. Hal ini membentuk mentalitas tanggung jawab yang besar, tetapi juga bisa menciptakan tekanan emosional yang tidak kecil.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore