JawaPos.com - Selain bau, kondisi lembap di bagian helm kerap mengakibatkan kulit kepala menjadi gatal. Berbagai bibit penyakit kulit kepala tumbuh subur dalam keadaan yang lembap. Selain itu, aroma tak sedap juga muncul.
Menjaga sanitasi interior helm berarti menjaga kesehatan kulit kepala. Jangan lupa rutin mencuci dan mejemur. Tapi perlu diketahui, menjemur dan mencuci saja tidak cukup. Sekarang ada cairan anti-bakeri yang bisa menekan pertumbuhan bakeri dan jamur penyebab kulit kepala menjadi gatal. Pada saat musim hujan, bagian dalam helm bisa dibersihkan dengan cara menyemprotkan udara panas dari haridryer. Salah satu contoh cairan pengharum helm dan anti-bakteri tersebut adalah MGF Megafleet besutan G-Force.
Menurut penuturan Opin perwakilan dari G-Force, cara pengaplikasian produk ini sangat gampang. Lantas bagaimana cara pengaplikasian cairan tersebut? Sebelum disemprotkan, Anda harus mencuci liner atau bagian dalam helm. Setelah dikeringkan, semprotkan cairan ini secara merata di bagian dalam helm. Diamkan dulu beberapa saat sampai cairan tersebut kering. Setelah itu helm bisa dipakai.
Kebiasaan lain yang harus dihindari agar helm tidak bau serta tidak membuat kulit kepala gatal yaitu tidak mengenakan helm ketika kondisi rambut sedang dalam keadaan basah. Misalnya usai kehujanan atau usai mencuci rambut. Pomade dan minyak rambut juga memicu kondisi helm menjadi mudah kotor dan lempap. Cara lain yaitu dengan melapisi lapisan helm dengan lapisan anti-bakteri.
Cara pemakaiannya cukup simpel dan praktis. Cukup dilekatkan di bagian penahan leher atau di bagian dahi. Bagian belakang dilapisi dengan kain sejenis velcrow. Zat yang dikandung kain pelapis itu berkhasiat menangkal bau dan menangkis bakteri maupun jamur.