← Beranda

Radiator Bocor? Jangan Abaikan Agar Mesin Enggak Jebol

Teguh Jiwa BrataSelasa, 20 Maret 2018 | 18.04 WIB
Radiator Mobil

JawaPos.com –  Musim kemarau kemarau yang ebentar lagi tiba bukan berarti tidak berpengaruh terhadap performa mesin. Persiapkan radiator kendaraan sebelum Anda menembus kemacetan lalu-lintas di tengah cuaca terik.


Umumnya, buku manual merekomendasikan penggantian coolant dilakukan setiap dua tahun sekali. Prosedur ini berlaku untuk sebagian besar mobil. Namun dalam kondisi tertentu, Anda terpaksa harus melakukan penggantain coolant. Jadi sebakinya sebelum mengganti cairan tersebut, sebaiknya Anda  berkonsultasi terlebih dulu dengan mekanik.  Berikut diuraikan langkah-langkah penting melakukan perawatan radiator, termasuk di dalamnya adalah penggantian coolant.


Radiator berfungsi sebagai pendingin mesin. Jadi, kebaradaaan radiator teramat fital bagi kendaraan. Rusaknya radiator bisa mengakibatkan mesin mengalami over heat. Berikutnya, satu per satu komponen akan segera rontok.  Lili, Pemilik bengkel di Jl. Bahagia No.10, Depok, Jawa Barat menjelaskan beberapa penyebab rusaknya radiator.


"Radiator rusak dikarenakan umurnya yang sudah lama, terkena benda-benda, dan air-nya yang kurang," katanya, di bengkelnya, Jl. Bahagia No.10, Depok, Jawa Barat, Senin (19/3).


Ia menjelaskan, radiator tua memiliki performa yang sudah tak mumpuni lagi. Berbagai komponennya sudah  keropos. Tak jarang radiator  uzur seperti itu mudah bocor. Namun bukan berarti kemudian radiator bocor karena sudah tua. Radiator pecah atau bocor, bisa disebabkan terkena benturan benda keras saat berkendara.


"Sekarang radiator bocor bisa karena kesenggol baut atau benda-benda lainnya," lanjutnya.  Selain itu, kurangnya air juga bisa mengakibatkan radiator bocor.


Kebocoran radiator bisa membuat oli merembes masuk ke dalam sistem pendinginan. “Jadi, oli dan air berputar, panas kan jadinya, akibatnya radiator bisa pecah dan larinya, mesin mobil bisa rusak juga," terangnya.


Saat radiator mengalami kebocoran, Anda tak perlu tergesa-gesa menggantinya. Radiator memiliki umur yang panjang. Penggantian radiator, hanya dilakukan bila telah rusak parah saja. "Radiator diganti kalau rusak saja. Rusaknya, seperti tabrakan. Kalau kipas radiator kena pipanya, pipanya diganti. Intinya, bila radiator dirawat, akan awet," imbuhnya.


Agar radiator awet, Lili menyarankan agar Anda rutin menguras air radiator. Gunakan air khusus radiator. "Air radiator sering dikuras saja dengan memakai air khusus , yakni setiap dua atau tiga bulan sekali. Kalau memakai air yang kualitas jelek atau kotor, maka lama-kelamaan radiator akan kotor. Bila radiator kotor, harus dikuras," tutupnya.

EDITOR: Teguh Jiwa Brata