JawaPos.com - Mengganti atau memodifikasi knalpot standar dengan knalpot after market menjadi cita-cita pertama penggila sepeda motor. Mereka ingin sepeda motornya tampil lebih gahar dengan suara menggelegar. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengganti knalpot agar performa sepeda motor tetap maksimal.
Umumnya sepeda motor sport dilengkapi dengen teknologi modern. Salah satunya sensor O2 yang melekat di kenalpot aslinya. Peranti itu terletak di leher knalpot yang berfungsi untuk mengukur takaran suplai bahan bakar ke mesin. Sensor O2 mengirim data ke ECU untuk menentukan suplai bahan bakar sesuai dengan kandungan O2. Sehingga porsinya bisa tepat tenaganya kuat dan bahan bakar tidak boros.
Knalpot aftermarket yang tersedia saat ini tidak dilengkapi dengan sensor O2. Jika dipaksakan, ECU harus dimanipulasi agar porsi bahan bakar bisa tepat. Namun dalam praktiknya, sering kali seting ECU tidak pas. Sehingga justru membuat proses pembakaran menjadi tidak maksimal. Ditandai dengan knalpot yang menembak-nembak saat mesin digeber. Jadi, bagaimana pun, sensor O2 harus tetap dipasang di motor Anda.
Hal lain yang wajib diperhatikan yaitu kesesuaian ukuran knalpot dengan fairing. Jika hal tersebut diabaikan, fairing bisa menempel di bagian knalpot. Sehingga saat knalpot panas fairing plastik tersebut meleleh dan merekat di knalpot. Disarankan agar baut ditambah dengan sekat karet agar knalpot tidak menempel di knalpot.