← Beranda

Tren Penjualan Otomotif 2025: Toyota, Mitsubishi, dan Chery Berusaha Capai Target

Nanda PrayogaJumat, 19 Desember 2025 | 03.14 WIB
PT Chery Sales Indonesia (CSI) resmi meluncurkan varian terbaru dari SUV premium andalannya Tiggo 8 CSH yakni Tiggo 8 CSH Comfort dan AWD di G GJAW 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

 

JawaPos.com-Akhir tahun terhitung sudah dekat. Alhasil, penjualan pada panggung otomotif pada 2025 sebentar lagi akan ditutup setelah sejumlah penurunan yang dirasakan.

Bahkan, berbagai brand memanfaatkan panggung Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 sebagai senjata terakhir untuk meraih target penjualan yang telah ditetapkan.

Biasanya, tren penjualan mobil mulai menunjukkan peningkatan signifikan di akhir tahun. Pasalnya, produsen dan dealer otomotif tampak agresif menghadirkan promo akhir tahun untuk mengejar target penjualan sekaligus mendorong pergerakan pasar di kuartal terakhir. Kondisi ini tentu membuat persaingan antarbrand semakin ketat.

Kenaikan permintaan juga dipicu oleh kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk membeli kendaraan baru sebelum harga berpotensi naik pada awal tahun mendatang. Program potongan harga, bonus aksesori, hingga paket kredit ringan menjadi daya tarik utama yang membuat showroom kembali ramai. 

Berikut kondisi beberapa brand menjelang akhir tahun!

 

Toyota Masih Pegang Market Share 31,8 Persen, Posisi yang Cukup Positif

Philardi Ogi, Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor, mengungkapkan, sepanjang Oktober 2025 Toyota sendiri masih memegang posisi market share teratas dengan angka 31,8 persen. Menurutnya, posisi ini cukup positif dan berharap untuk terus meningkat.

Dia pun menjelaskan bahwa penjualan kendaraan roda empat mengalami penguatan yang cukup positif. Hanya saja, perlu kerjasama seluruh pihak agar tren positif ini terus berjalan hingga akhir tahun dan membuat target Gaikindo 800 ribu unit terealisasi.

“Tentu perlu upaya bersama dari seluruh pihak di industri otomotif untuk bisa menjaga tren ini hingga akhir tahun nanti. Harapannya tentu dengan upaya bersama kita bisa mencapai target terbaru tersebut,” kata Ogi kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, Toyota sendiri telah menjual 202 ribu unit secara wholesales. Angka tersebut disumbangkan oleh model-model passenger car yang didominasi produk MPV dan SUV 7-seater produksi lokal, serta terdapat pula City Car.

“Angkanya Kijang Innova 49.673 unit, Avanza & Veloz 45.257 unit, Calya, 25.960 unit, Rush, 23.325 unit, Agya, 12.529 unit,” jelas dia.

Toyota sendiri terus menggenjot performa penjualan di kuartal IV 2025 lewat rangkaian program akhir tahun. Upaya ini diharapkan dapat ikut mendukung pencapaian target penjualan nasional yang dipatok Gaikindo sebesar 800 ribu unit sepanjang tahun.

Secara umum, promo dan penawaran khusus menjelang tutup tahun memang cenderung lebih gencar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, seiring dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru. Toyota bersama jaringan dealernya juga menyiapkan sejumlah program penjualan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter konsumen di masing-masing wilayah.

Teruntuk proyeksi tahun depan, dia mengungkapkan akan beriringan dengan peluncuran Toyota Veloz Hybrid EV yang baru saja diluncurkan di GJAW 2025.

Toyota sendiri telah mulai membuka pemesanan untuk New Veloz Hybrid EV dengan harga khusus Rp 299 juta untuk varian V Grade (OTR DKI Jakarta dan non premium colour) bagi konsumen yang melakukan inden hingga Desember 2025. Mobil ini menjanjikan performa optimal di berbagai rute, efisiensi tinggi, serta kenyamanan maksimal bagi keluarga. 

“Karena kami baru saja ya melakukan world premiere dari Toyota Veloz Hybrid EV sebagai Hybrid EV Untuk Semua, tentu Toyota berharap model ini bisa menjadi salah satu stimulus utama yang bisa berkontribusi pada pertumbuhan penjualan di akhir tahun 2025 sekaligus tahun 2026 kedepan,” tukasnya.

 

Tak Ada Revisi Target, Mitsubishi Incar 10 Persen Market Share, Destinator Masih jadi Andalan

Sementara itu, Mitsubishi diketahui menargetkan market share sekitar 10 persen pada tahun ini. Yoshio Igarashi, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, mengungkapkan sejauh ini belum ada revisi target.

“Kalau untuk market share MMKSI, masih hampir sesuai dengan target, belum ada revisi. Untuk segmen-segmen tertentu, seperti Small MPV, Xpander, market share-nya memang target tercapai. Tapi volume-nya mungkin masih sedikit di bawah ekspektasi kami, tapi karena adanya Destinator, jadi itu menyumbang banyak sekali penjualan, sehingga hampir pasti tidak dilakukan revisi dari target penjualan,” kata Yoshio.

Dia menjelaskan, GJAW berkontribusi sekitar 10 persen dari penjualan nasional. Bahkan jika dispesifikan ke penjualan di Jabodetabek, maka penjualan bisa mencapai angka kontribusi 30 persen.

Sementara itu, terkait model anyarnya yakni Destinator, Yoshio menjelaskan bahwa angka SPK sudah hampir mencapai 13.000 dan retail sales mencapai angka 6.300. Target dari Mitsubishi sendiri ingin mencapai angka 7.000 ritel sales hingga akhir November.

"Dan inden target SPK nya itu sekarang masih ada, karena memang target produksinya mungkin tidak akan terkejar sampai 13.000 sehingga sekitar 1 bulan sampai dengan 2 bulan tergantung varian yang dipilih," jelasnya. 

"Dan untuk Destinator sendiri itu sebenarnya secara kontribusi itu sekitar 20 persen kalau dari total penjualan MMKSI, tapi 30 persen dari total penjualan passenger car saja MMKSI. Jadi, segitu ya datanya ya," tukas Yoshio.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Mitsubishi secara ritel mencapai angka 55.408 unit pada Januari hingga Oktober 2025. Angka ini membuatnya menjadi produsen otomotif dengan penjualan terbanyak keempat di Indonesia.

 

Chery Targetkan Penjualan Hingga 23 Ribu Unit Tahun Ini, Percaya Tutup Tahun dengan Hasil Positif

Teruntuk brand asal Tiongkok yang tengah naik daun, Chery menargetkan penjualan hingga 23 ribu unit pada tahun ini. Berdasarkan data dari Gaikindo, Chery sendiri telah membukukan penjualan 16.667 unit hingga Oktober 2025 dengan market share 2,5 persen.

Saat ditemui, Head of Brand CSI Chery, Rifki Setiawan, menjelaskan perusahaan menargetkan angka stabil di kisaran 2000-3000 unit per bulan, beriringan dengan revisi target yang terus dinaikan.

Dia menjelaskan bahwa fokus utama pada tahun ini yakni memperkenalkan lini elektrifikasi terbaru, termasuk dengan model J6 dan turunannya seperti J6 Phantom dan J6T. Target kontribusi dari keluarga J6 yakni 500 unit yang menjadi bagian dari target bulanan Chery.

“Kalau GJAW sendiri, emang kita targetnya untuk saat ini di 2.000 unit. Untuk J6 sendiri itu 500. J6 ini kan varian tambahan, J6 itu ada J6 Phantom dan J6T,” ujar Rifki.

Chery saat ini memproduksi sekitar 400–500 unit setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sejalan dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, penjualan Chery kini paling banyak disumbang oleh lini CSH (Chery Super Hybrid), yang mencakup teknologi full hybrid, PHEV, hingga BEV.

Menurutnya, kontribusi model-model elektrifikasi terus tumbuh dan menjadi pilar penting dalam strategi ekspansi Chery di Indonesia. Alhasil, perusahaan tetap percaya diri menutup tahun dengan hasil positif, meskipun kondisi pasar otomotif nasional sedang melemah. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan