← Beranda

Mobil LCGC Bekas Memang Murah, Tapi Jangan Salah Pilih Perhatikan Hal Ini!

Dony Lesmana Eko PutraSabtu, 4 Oktober 2025 | 16.58 WIB
Ilustrasi: Mobil LCGC bekas irit BBM. (OLX)

JawaPos.com - Punya rencana beli mobil bekas dengan harga ringan atau ramah di kantong, pilihan mobil LCGC bisa menjadi salah satu pilihan. Walaupun saat ini kehadiran model-model kendaraan baru tidak membuat penjualan mobil bekas melempem.

Namun masalah harga bagi keluarga baru yang ingin naik kelas atau pembeli pertama menjadi pertimbangan. Pilihan mobil bekas bisa menjadi solusi untuk memiliki mobil.  Mobil Low Cost Green Car (LCGC) menjadi alternatif pilihan karena harganya murah. Akan tetapi jangan sampai salah memilih meskipun kita membeli mobil bekas.

Biasanya mencari mobil bekas yang diidamkan, calon konsumen bisa langsung berkunjung ke diler mobil bekas atau lewat online. Ada beragam merek dan model yang ditawarkan disana, tapi sebaiknya lebih teliti sebelum memutuskan untuk membawanya pulang.

Banyak pilihan mobil LCGC dari berbagai merek. Ada baiknya tentukan satu merek mobil yang ingin Anda miliki, tujuannya untuk mempermudah pencarian.

Seperti biasa, sebelum membeli mobil bekas, sebaiknya lakukan pemeriksaan meliputi bagian body, kaki-kaki, interior, dan lainnya.

Untuk mobil LCGC bekas ada bagian yang secara khusus harus benar-benar diperhatikan, supaya Anda tidak menyesal dikemudian hari. Dalam hal ini Anda sebagai pembeli jangan sungkan untuk meminta rekam jejak servis kendaraan kepada penjual. Ini penting sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi mesin.

Kenapa ini harus dilakukan, arena mesin mobil LCGC cukup rentan. Karena mesin tiga silinder itu rentan panas sebab blowernya hanya satu. Bila kipasnya mati bisa mebuat mesin cepat panas.

Disarankan tidak membeli mobil LCGC tahun tua, karena selain angka kilometer di odometer sudah tinggi, kinerja mesin mobil juga dapat dipastikan mulai berkurang, sehingga harus menjalani perbaikan.

Kalau kilometer tinggi mesin harus overhaul, artinya mesin harus diperbaiki, harus turun mesin dan servis besar, kalau orang Agen Pemegang Merek (APM) bilang itu kalau LCGC sudah servis besar berarti tidak maksimal lagi kinerjanya, karena LCGC merupakan mobil rentan, bukan mobil dengan spesifikasi tinggi. Penggunannya pun disarankan hanya dalam kota saja.

Bila ingin membeli mobil LCGC bekas, carilah yang tergolong masih muda. Mobil LCGC bekas tahun produksi 2015 masih bisa dikatakan layak untuk dipinang. Tapi kembali lagi perhatikan angka kilometer di odometer, jangan sampai melebihi angka 60 ribu kilometer.

Bila melebihi 60 kilometer harus dicek semua masih berjalan normal atau tidak. Pemakaian 20 ribuan ribuan sampai 30 ribuan kilometer mobil sudah harus turun mesin.

Intinya mencari mobil bekas dengan buget terbatas harus bersabar, teliti semua jangan sampai menyesal kemudian.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra