← Beranda

Penyebab dan Resiko Berkendara dengan Kondisi Ban Benjol

Dony Lesmana Eko PutraJumat, 21 Juni 2024 | 23.00 WIB
Sering kita jumpai ban mobil tiba-tiba benjol, Kenali penyebabnya.

JawaPos.com - Sering dijumpai ban mobil benjol, ini dikarenakan putusnya benang ban sehingga tidak ada penahan pada sisi kiri dan kanan ban. Ketika ban diisi oleh udara maka tekanan tersebut akan menekan karet samping, akhirnya muncul benjolan. 

Sebaiknya jangan sepelekan masalah ban benjol, karena dapat mengganggu kenyamanan perjalanan. Bagi pemilik kendaraan sebaiknya mengetahui penyebab dan cara mencegah ban kendaraan Anda gar tidak mengalami hal seperti hal tersebut.

Biasanya awal mula ban benjol adalah karena tekanan udara yang kurang atau berlebih kemudian ban menghantam benda keras. Bisa berupa trotoar atau batu sehingga menimbulkan lubang bekas hantaman. 

Bagian tersebut membuat dinding ban tertekuk dan tergencet antara pelek serta permukaan jalan. Dampaknya adalah benang baja pada ban putus sehingga benjolan pun muncul. 

Ada beberapa penyebab yang harus diwaspadai. Berikut ini penjelasan lengkapnya. 

Ban Sering Mengenai Benda Tajam

Benda keras dan tajam adalah dua jenis material yang perlu dihindari oleh ban mobil. Keduanya merupakan penyebab ban mobil benjol yang biasanya dialami oleh mobil-mobil di perkotaan.

Benda tajam seperti paku, sekrup, beling, batu dan sejenisnya harus selalu dihindari. 

Akan tetapi cukup sulit untuk menghindari benda-benda kecil tersebut yang tersebar di jalanan saat mengemudi. 

Pengisian Angin yang Kurang atau Berlebihan
Paling sering terjadi adalah kurangnya tekanan angin atau berlebihan. Pengemudi yang tidak memperhatikan kondisi bannya akan lebih cepat mengalami ban benjol bahkan kebocoran. 

Bila ban mobil diisi angin berlebih, maka akan membuat ban mengalami masalah ‘kembung’. Ketika ban dibiarkan memiliki angin berlebih ditambah cuaca panas, maka tekanan akan semakin meningkat. 

Benjolan akan langsung muncul jika angin tidak segera dikurangi. Sedangkan pada saat jumlah angin yang kurang, akan mempermudah benda keras seperti trotoar untuk merusak benang pada bagian samping ban. 

Benda tajam pun akan lebih cepat menusuk bagian ban luar karena tekanan ban kurang. Oleh karena itu pengecekan pengisian angin yang tepat adalah trik ampuh untuk menghindari kebocoran atau ban benjol. 

Terjadi Perubahan Bentuk Ban

Ban yang setiap hari bergesekan dengan permukaan aspal yang panas, akan membuat lapisannya semakin lama terkikis. Hal ini akan memicu perubahan bentuk pada ban. 

Perubahan atau deformasi ini juga akan lebih cepat jika tekanan angin pada ban kurang atau karena muatan mobil yang terlalu berat. Semakin lama usia ban akan semakin tidak layak digunakan dan potensi muncul benjolan cukup besar. 

Kondisi ban yang sudah tipis ini juga memudahkan benang ban cepat putus. Apalagi jika sering digunakan untuk perjalanan jauh. Perubahan bentuk ban ini adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari. 

Jika Anda ingin ban lebih awet cara satu-satunya adalah mengontrol cara mengemudi serta menghindari memuat barang yang lebih dari kapasitas standar mobil. 

Kerusakan pada Suspensi Mobil

Komponen yang berfungsi untuk meredam getaran mobil ketika melalui jalanan tidak rata ini bisa mengalami kerusakan. 

Kerusakan yang dialami akan membuat kendaraan terasa sangat keras ketika dikendarai. Hal ini mempengaruhi pada bantingan roda mobil yang juga semakin keras.

Ingat, bahwa benda keras dan tumpul bisa merusak benang pada ban. Pada saat suspensi mati atau rusak artinya ban akan bekerja lebih keras terutama saat terkena trotoar atau batu yang tajam.

Jika suspensi yang rusak dibiarkan begitu saja, maka resiko ban benjol sangat tinggi. 

Ketika Anda belum sempat untuk  memperbaiki suspensi, maka ada baiknya untuk selalu mengemudi di jalanan yang rata dan pelan. Cara ini mampu mencegah kerusakan pada komponen lainnya. 

Resiko Mengendarai Ban Mobil Benjol

Dilihat dari kondisi fisik ban yang benjol, Anda mungkin akan meremehkannya. Kemudian terus menggunakan ban tersebut untuk bepergian kemanapun. Namun Anda tidak tahu bahwa ada resiko besar yang terjadi jika terus mengendarainya. 

Ban yang benjol tidak mampu lagi menahan tekanan dari beban mobil serta gesekan pada aspal. Resiko terbesarnya adalah ban akan pecah atau mengalami kebocoran. 

Ketika ban pecah akan sangat berbahaya jika Anda mengemudi dalam kecepatan tinggi. Kecelakaan dapat kapan saja terjadi karena ban yang tiba-tiba meletus. 

Jadi semua penyebab ban mobil benjol ini harus dicermati dan jangan dianggap remeh. Anda pun yang memperhatikan munculnya benjolan pada ban sebaiknya jangan mengendarainya. 

Jika terpaksa harus pergi ke bengkel, kendarai mobil dengan kecepatan rendah dan hindari jalanan yang berbatu. Anda pun sebaiknya jangan menunda untuk mengganti ban lagi karena ban sudah tidak layak digunakan. 

Cara Mencegah Munculnya Benjolan pada Ban Mobil

Menggunakan Ban yang Berkualitas

Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan mekanik di bengkel resmi untuk memperoleh saran jenis ban yang terbaik. Setelah itu pergunakan ban yang orisinil sehingga ketebalan, guratan ban serta ukurannya benar. Anda bisa mengganti ban selalu di bengkel resmi untuk memperoleh suku cadang yang asli. 

Mengisi Ukuran Angin yang Tepat

Pengisian angin pada ban tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Jika terlalu keras atau justru kurang juga meningkatkan resiko benang ban mudah putus. Cara mengisi yang benar sebenarnya ada aturan yang perlu diikuti. 

Biasanya batas pengisiannya adalah 30 hingga 32 saja. Jika Anda tidak berpengalaman untuk mengisi angin, mintalah bantuan pada mekanik di bengkel resmi atau karyawan SPBU. 

Hindari Memuat Banyak Barang

Cara terakhir adalah pastikan muatan barang pada kendaraan tidak berlebihan. Setiap ban mobil memiliki kemampuan untuk menahan tekanan dalam ukuran tertentu.

Ketika Anda memuat barang berlebih, bahkan hampir setiap hari maka kekuatan tekan pada ban sudah melebihi standar wajar. Hal ini akan merusak benang ban dan Anda akan langsung melihat benjolan dalam jangka waktu dekat

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra