
Diskusi otomotif terkait kepatuhan regulasi kendaraan niaga dalam proses manufaktur bodi di karoseri. (Rian/JawaPos.com).
JawaPos.com - Keselamatan kendaraan niaga tidak hanya bergantung pada kualitas mesin atau sasis saja, tetapi juga ditentukan oleh proses pembangunan bodi kendaraan yang sesuai standar.
Pemasangan karoseri yang tidak mengikuti regulasi dapat memengaruhi distribusi beban, menurunkan daya tahan kendaraan, hingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Karena itu, standarisasi karoseri menjadi salah satu faktor penting dalam industri kendaraan komersial. Selain memastikan kendaraan memenuhi ketentuan keselamatan, penerapan standar juga menjaga kualitas produk tetap konsisten dan memberikan kepastian bagi konsumen.
Menjawab isu tersebut, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengklaim terus memperkuat program standarisasi karoseri melalui penerapan Body Mounting Manual (BMM) dan digitalisasi Pre Delivery Inspection (PDI).
Program ini bertujuan memastikan setiap bodi kendaraan yang dipasang pada chassis Hino memenuhi regulasi, memiliki kualitas yang seragam, serta mendukung aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan kendaraan selama digunakan.
Truck & Bus Bodymaker Hino Motors Sales Indonesia, Dody Pramono, mengatakan program standarisasi merupakan proses verifikasi sekaligus penyelarasan pengerjaan karoseri agar sepenuhnya sesuai dengan regulasi dan pedoman teknis yang berlaku.
Menurutnya, seluruh proses pembangunan bodi kendaraan harus mengacu pada Body Mounting Manual (BMM) Hino. Pedoman tersebut menjadi acuan utama agar bodi kendaraan terintegrasi dengan baik pada chassis, sekaligus menjaga kualitas Quality, Durability, dan Reliability (QDR) serta mencegah potensi masalah akibat pemasangan bodi yang tidak sesuai standar.
"Standarisasi adalah komitmen bersama. Dengan mengikuti pedoman BMM dan SOP yang terukur, kita memastikan setiap kendaraan Hino memberikan performa maksimal, keamanan tanpa kompromi, dan jaminan Uptime 100% bagi pelanggan," ujar Dody ditemui JawaPos.com di dalam diskusi otomotif di arena GIIAS 2026.
Dody menegaskan, standarisasi bukan sekadar proses audit teknis. Lebih dari itu, program tersebut menjadi investasi strategis untuk meningkatkan daya saing industri karoseri nasional.
Menurutnya, setiap kendaraan Hino yang keluar dari karoseri harus memiliki kualitas, tingkat keamanan, dan kenyamanan yang sama tanpa bergantung pada lokasi pembuatannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
