Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 17.55 WIB

Pahami 6 Dampak Buruk Mencampur Bahan Bakar Kendaraan dan Cara Tepat Menghindarinya

Ilustrasi pengisian bahan bakar di SPBU, mencampur jenis bensin berbeda dapat menurunkan performa mesin kendaraan (Unsplash/Hanindito Prabandaru) - Image

Ilustrasi pengisian bahan bakar di SPBU, mencampur jenis bensin berbeda dapat menurunkan performa mesin kendaraan (Unsplash/Hanindito Prabandaru)

JawaPos.com - Banyak pengendara yang beranggapan mencampur bahan bakar minyak (BBM) berbeda jenis dapat membantu menghemat biaya atau meningkatkan performa kendaraan. Padahal, langkah tersebut justru menimbulkan risiko serius pada mesin dan efisiensi kendaraan.

Mencampur bensin dengan angka oktan berbeda menyebabkan pembakaran tidak stabil. Akibatnya, mesin berpotensi mengalami knocking, tarikan terasa berat, hingga komponen internal lebih cepat aus. Sejumlah produsen otomotif menegaskan, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan menjadi kunci agar kendaraan tetap awet dan optimal.

Dilansir dari laman resmi Astra Otoparts dan Suzuki Indonesia, mencampur BBM dapat merugikan pengguna dalam jangka pendek maupun panjang, mulai dari boros konsumsi hingga biaya perbaikan mahal.

1. Risiko Mesin Mengalami Knocking

Knocking terjadi ketika pembakaran bahan bakar tidak sempurna akibat perbedaan kadar oktan. Mesin berbunyi kasar, tenaga berkurang, dan umur pakai berkurang.

2. Performa Kendaraan Menurun

Alih-alih bertenaga, campuran BBM membuat akselerasi melambat. Tarikan tidak responsif karena mesin bekerja tidak sesuai rasio kompresi.

3. Konsumsi BBM Lebih Boros

Campuran oktan rendah dan tinggi tidak menyeimbangkan pembakaran. Mesin justru membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga sama, sehingga konsumsi meningkat.

4. Emisi Gas Buang Meningkat

BBM yang tercampur menghasilkan residu pembakaran lebih banyak. Hal ini berdampak pada naiknya polusi udara serta menurunkan standar emisi kendaraan.

5. Komponen Mesin Lebih Cepat Rusak

Sisa pembakaran yang tidak sempurna menumpuk pada ruang bakar, busi, hingga injektor. Jika dibiarkan, kerusakan serius memerlukan biaya perbaikan tinggi.

6. Potensi Kehilangan Garansi Kendaraan

Beberapa pabrikan menyatakan, penggunaan BBM di luar rekomendasi dapat membatalkan klaim garansi. Campuran bahan bakar termasuk dalam kategori penyalahgunaan yang berdampak pada layanan purna jual.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore