
Ilustrasi mudik menggunakan sepeda motor. (Antara)
JawaPos.com – Tidak terasa bulan Ramadhan sudah memasuki pekan ketiga. Artinya kurang lebih seminggu lagi arus mudik sebagian besar masyarakat menuju kampung halaman masing-masing untuk merayakan Idul Fitri 1446 H telah dimulai. Ada beragam moda transportasi yang tersedia bagi masyarakat untuk mudik.
Jika menggunakan moda transportasi umum, masyarakat bisa memilih naik kereta api, pesawat, kapal laut, bus, atau travel. Sedangkan yang memilih memanfaatkan moda transportasi pribadi, rata-rata memakai kendaraan roda empat atau mobil.
Namun dari tahun ke tahun tidak sedikit yang menggunakan sepeda motor untuk mudik walaupun harus menempuh jarak yang jauh.
Sebenarnya, mudik menggunakan sepeda motor tidak direkomendasikan oleh Korlantas Polri maupun Kementerian Perhubungan. Hal itu tidak lepas dari tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor saat masa mudik Lebaran.
Sebagai alternatifnya, banyak pihak memfasilitasi para pemudik bermotor dengan program mudik gratis, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Teknis pelaksanaannya adalah sepeda motor diangkut menggunakan kereta api, kapal, atau truk dan para pemiliknya naik bus. Dengan begitu, sepeda motor tetap dapat digunakan untuk mobilisasi selama di kampung halaman.
Namun langkah itu tidak mengurangi antusiasme pemudik yang memilih mengendarai sepeda motornya dari perantauan ke kampung halaman.
Jika memang memilih mengendarai sepeda motor untuk mudik, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan aman dan nyaman sehingga dapat sampai tujuan dengan selamat.
Langkah ini menjadi hal terpenting supaya tidak timbul masalah selama perjalanan. Dua atau tiga hari sebelum berangkat, disarankan untuk membawa sepeda motor ke bengkel terdekat. Bisa bengkel resmi atau bengkel umum yang dapat dipercaya.
Mintalah kepada pihak bengkel untuk memeriksa seluruh komponen, mulai dari mesin, rem, oli, roda, dan lampu. Jika ada komponen yang memerlukan penggantian, segera ganti saat itu juga.
Tidak lupa juga sekalian melakukan servis secara menyeluruh agar semakin memastikan sepeda motor dalam kondisi prima dan siap untuk jalan jauh.
Setelah memastikan sepeda motor dalam keadaan baik, giliran memastikan manusianya sehat dan siap berkendara dalam jarak yang jauh. Itu karena mengendarai sepeda motor jarak jauh menuntut konsentrasi yang tinggi sehingga tubuh harus selalu dalam keadaan bugar.
Caranya adalah memberi porsi tidur yang cukup sebelum berangkat untuk menghindari rasa kantuk selama perjalanan. Selain itu menjaga pola makan juga penting agar terhindar dari sakit saat sebelum berangkat atau selama perjalanan.
Tidak bisa dipungkiri, berkendara dengan sepeda motor jarak jauh dalam waktu yang panjang akan membuat tubuh terasa cepat lelah. Apalagi jika cuaca sedang panas menyengat. Pegal, letih, dan mengantuk adalah keluhan yang biasa terjadi.
Jika sudah merasakan gejala tersebut, itu tandanya tubuh meminta beristirahat dan jangan memaksakan untuk terus berkendara. Cari tempat yang nyaman untuk melepas lelah, seperti masjid, posko mudik, atau SPBU.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
