JawaPos Radar | Iklan Jitu

2018, Mobil Penumpang Dominasi Pembiyaan BCA Finance

25 Oktober 2018, 03:20:59 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
2018, Mobil Penumpang Dominasi Pembiyaan BCA Finance
Suasana Pekan Raya Otomotif BCA Finance di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung. (Wilfridus Zenobius Kolo / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia setiap tahu mengalami peningkatan. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) penjualan mobil tahun 2017 mencapai 1,079 juta unit.

Turun dibanding tahun sebelumnya. Namun cenderung stabil di atas 1 juta unit. Hal ini menggambarkan besarnya potensi pasar mobil di Indonesia dalam mendukung perkembanagan ekonomi khususnya industri oromotif dan usaha lainnya yang bergerak dalam alurnya.

Potensi ini yang membuat BCA Finance ikut melantai di pasar pembiyaan mobil baik untuk mobil baru maupun mobil bekas yang kini juga terus bertumbuh dengan baik. Presiden Direktur BCA Finance, Roni Salim mengungkapkan sejauh ini BCA Finance memfasilitasi pembiayaan kredit mobil baru, mobil bekas dan kendaraan komersial.

“Untuk pembiayaan kita sediakan untuk mobil baru sebesar 70 persen, mobil bekas 30 persen dan kendaraan komersial 5 persen. Jadi mobil baru masih mendominasi pembiayaan di BCA Finance,” kata Roni saat menghadiri Pekan Raya otomotif BCA Finance di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Rabu (24/10)

Saat ini lanjutnya, mobil yang mendominasi permintaan pembiayaan konsumen BCA Finance adalah mobil model Multy Porpose Vehicle (MPV) atau kendaraan penumpang, dan model lainnya seperti Sport Utility Vehicle (SUV), dan sedan.

“Kalau saat ini, mobil yang paling banyak dimabil lewat pembiayaan kita memang mengikuti tren otomotif yang sedang ramai seperti mobil penumpang MPV, SUV dan sedan,” bebernya.

Sementara untuk mobil bekas yang berkontribusi 30 persen pada BCA Finance cenderung memiliki tren yang sama. Namun tidak semasif mobil baru karena mobil bekas cenderung memiliki risiko lebih besar dibandingkan mobil baru.

“Kalau untuk mobil bekas, kita maintain di 30 persen saja, karena mobil bekas kompetensinya beda dengan mobil baru. Jadi kalau mobil baru kan risikonya hanya ada pada konsumen. Misalnya  dia gak bayar. Tapi kalau mobil bekas, risiko  selain di konsumn risikonya di mobil juga ada. Seperti kondisi mobilnya fimana. Biayaain  risikonya di konsumen juga ada di mobilnya. Misalnya kita tidak tahu mobil itu nanti ada kerusakan dan seterusnya,” tukas pria supel itu.

Untuk bunganya pun lebih tinggi dengan rincian bunga untuk 1 tahun 3,25 persen, 2 tahun 4,05 persen, 3 tahun 4,25 persen, 4 tahun 4,55 persen, 5 tahun 5,75 persen, dan 6 tahun 6,25 persen.

Meskipun demikian BCA Finance tetap berusaha menjaga semua segmen tetap stabil karena mereka tak hanya mengejar perumbuhan semata tetapi juga menjaga kualitas pelayanan yang juga bisa mendatangkan profit.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up