JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengencangkan Busi Motor Tak Asal-asalan! Ini Petunjuknya

25 September 2018, 12:09:57 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Mengencangkan Busi Motor Tak Asal-asalan! Ini Petunjuknya
Pengencangan busi harus sesuai dengan panduan bila tak ingin busi rusak. (Wilfridus Zenobius Kolo / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Busi merupakan komponen yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Sebagai komponen yang memiliki batas usia, busi perlu diperlakukan sesuai dengan petunjuknya. Hal yang paling kecil, misalnya soal pengencangannya.

Banyak pemotor tak memahami jika ada panduan khusus cara mengencangkan busi yang membuatnya bisa bekerja optimal. Bagian pengencangan ini sebenarnya masuk dalam ranah perawatan karena menjaga kinerja optimal busi.

Aftermarket Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano mengatakan pemasangan busi yang kendur dan terlalu kencang akan berdampak pada kebocoran kompresi hingga patahnya ulir busi yang otomatis merusak busi tersebut.

“Apabila busi terlalu kendur, maka dapat menyebabkan bocornya kompresi yang diakibatkan adanya celah yang timbul diantara busi dan cylinder head. Selain itu busi yang kendur juga dapat meningkatkan resiko overheat karena perpindahan panas yang tidak sempurna yang diterima oleh busi,” kata Diko pada JawaPos.com, Selasa (25/9/2018).

Kerusakan lain yang ditimbulkan oleh pemasangan busi yang kendur adalah busi dalam posisi tak pas pada dudukannya di silinde mesin. Hal ini berakibat getaran mesin saat motor menyala dapat  menyebabkan busi rusak atau terlepas dari cylinder head.

Sementara bila busi terlalu kencang akan membuat metal shellnya stress karena tekanan  yang berlebihan sehingga busi akan mengalami patah pada bagian ulirnya. Jika terjadi hal seperti ini maka sebagian patahan busi akan tertinggal di dalam cylinder head dan tentunya akan menimbulkan pekerjaan baru yang lebih rumit. 

Untuk itu, lanjut Diko, saat pengencangan torsi busi harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai. Pnegguna dapat melihat ukuran hexagon yang berbeda sehingga nilai torsi yang dibutuhkan juga berbeda.

Cara yang paling mudah dalam pengencangannya adalah menggunakan kunci torsi yang disesuaikan nilainya. Apabila tidak memiliki kunci torsi yang sesuai maka pengaturan sudut putar menjadi poin utama dalam melakukan proses pengencangan busi.

“Kalau untuk putaran, cukup 180 derajat sampai dengan 240 derajat untuk mengencangkan busi agar tidak lepas. Selain itu petunjuk pengencangan semua tipe busi dapat dilihat pada bagian belakang bungkus busi yang telah disesuaikan dengan tipenya masing-masing,” tukas Diko.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up