JawaPos Radar

Produsen Otomotif Dukung Wacana Industri Mobil Listrik Nasional

23/05/2018, 13:39 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Produsen Otomotif Dukung Wacana Industri Mobil Listrik Nasional
Ilustrasi mobil listrik (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Maraknya wacana pembuatan mobil listrik nasional membuat  produsen mobil merasa optimistis dan tertantang. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Yohanes Nangoi.

Ketua umum GAIKINDO tersebut senang apabila pemerintah Indonesia ingin mengadakan mobil listrik nasional. Dirinya mendukung program tersebut. Namun menurutnya, beberapa catatan harus dipertimbangkan oleh pemerintah.

"Indonesia sangat memungkinkan untuk memiliki mobil listrik nasional. Akan tetapi tantangan kedepannya yang berat, bukan tidak mungkin," ujarnya di Hotel Century, Selasa (22/5).

Nangoi mengingatkan bahwa sebelum merealisasikan mobil listrik nasional, yang perlu diperhatikan yaitu industri pendukungnya. Salah satunya adalah pembuatan baterai. Menurutnya bahan utama mobil listrik adalah baterai.

"Saat ini baru sekitar dua atau tiga negara yang bisa membuat baterai untuk mobil listrik. Jika Indonesia bisa membuatnya, maka Indonesia menjadi salah satu bagian negara elit yang bisa memproduksi baterai sendiri," lanjut Nangoi.

Nangoi tidak sepakat jika Indonesia melakukan impor baterai Litium dari Tiongkok atau negara lainnya. Sebaiknya bahan baku pembuatan mobil listrik tidak diimpor seluruhnya.

"Kalau Impor semua Indonesia kebagian apanya? Membuat rangka? Pada hal Indonesia bisa lebih dari itu. Kalau impor semua, keungtungan industri dari dunia otomotif kecil sekali," tuturnya.

Di sisi lain tersiar wacana akan diberhentikannya mobil combustion engine pada tahun 2030-2040 mendatang, dan Nangoi berharap bahwa hal itu tidak benar. Sebab dia tidak menginginkan mobil berbahan bakar minyak mati begitu saja.

"Saya harap semuanya berjalan beriringan, combustion engine tetap jalan, mobil listrik jalan. Jangan langsung dimatiin, karena dampaknya tidak akan bagus. Seperti halnya penjualan mobil matik, dulu tidak banyak yang meinat tapi pada akhirnya sekarang malah banyak. Intinya seperti itu. Biarkan jalan bersama nanti juga akan berhenti dengan sendirinya," tukas Nangoi.

(ipy/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up