JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Saat Tepat Mengganti Sensor Oksigen

22 Januari 2019, 03:10:59 WIB
Ini Saat Tepat Mengganti Sensor Oksigen
Sensor oksigen pada kendaraan (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Sensor oksigen tidak termasuk komponen mobil yang harus diganti secara teratur. Sama seperti filter oli, dan saringan udara yang diganti hanya ketika mengalami kerusakan.

Sensor oksigen adalah komponen penting dari sistem bahan bakar dan sistem emisi. Perangkat ini berfungsi untuk memantau jumlah oksigen dalam knalpot kemudian mengirimkan informasi tersebut ke komputer. Selanjutnya, sistem komputer akan menginstruksikan sistem bahan bakar agar meracik campuran udara plus bahan bakar dalam porsi yang pas.

Ketika sensor oksigen menglami kegagalan atau kerusakan, komputer tidak dapat memperoleh informasi kandungan oksigen yang benar. Akibatnya bahan bakar dan udara tidak bisa diracik dengan “dosis” yang tepat. Dampak lanjutan yang muncul yaitu pemanfaatan bahan bakar yang boros (tidak ekonomis), kadar gas  emisi lebih banyak serta bisa memicu kerusakan komponen lain. Misalnya caralytic converter yang menjadi terlalu panas (over heat)

Seperti yang dilansir dari cars.com, sampai saat ini belum ada perangkat yang diaplikasikan untuk mendeteksi kerusakan sensor oksigen. Sehingga Anda harus mengetahui dan memahami tanda-tanda vital yang menjadi gejala kerusakan sensor oksigen di mobil. Misalnya yaitu sensor check-engine yang menyala.

Lampu check-engine memberikan isyarat terjadinya kerusakan di mobil. Misalnya catalytic converter yang bermasalah. Pada umumnya mekanik di bengkel akan dampat melakukan diagnosa pemicu menyalanya lampu check-engine. Gejala lain yang muncul saat sensor oksigen mengalami kerusakan yaitu busi yang sering menembak, dan daya mobil melorot. Menurut Environmental Protection Agency (EPA)sensor oksigen yang rusak dapat menambah konsumsi bahan bakar sebanyak 40%. Jadi, ketika mobil Anda menjadi lebih boros bahan bakar, ada kemungkinan sensor oksigen mengalami kerusakan.

Harga sensor oksigen itu tak terlalu mahal. Berkisar antara Rp 500.000 – Rp1 juta. Tidak termasuk ongkos pemasangan. Namun jika tidak diwaspadai, kerusakan sensor oksigen bisa berbuntut biaya mahal pada kerusakan komponen mobil yang lain.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Wilfridus Zenobius Kolo

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up