JawaPos Radar | Iklan Jitu

Solo Riding Hingga Himalaya, Gunadi Bawa Pesan Damai dari Indonesia

19 November 2018, 10:47:55 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Solo Riding Hingga Himalaya, Gunadi Bawa Pesan Damai dari Indonesia
Gunadi mendapat apresiasi dari otoritas Adira Finance karena perjalanannya yang inspiratif. (Wilfridus Zenobius Kolo /JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Semangat rider Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih diberbagai negara terus menyalah. Setelah Steven Langitan melakukan solo riding Jakarta - London sejauh 30 ribu Km, seorang rider yang juga merupakan Ketua Umum Komunitas Freeriders Indonesia, Gunadi melintasi 6 negara menuju pegunungan Himalaya di India untuk misi yang sama.

Perjalanan Gunadi dimulai 16 Agustus hingga 28 Oktober 2018 melintasi Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Nepal,  dan India dengan jarak 15 ribu Km.Ia membawa misi penting untuk menggalang dukungan menjadikan dunia lebih baik yakni menjelajah untuk kampanye keselamatan di jalan, pelestarian lingkungan dan persahabatan antar negara.

Dalam perbincangan dengan wartawan, di Pondok Indah Mall, pada Minggu (18/11) Gunadi mengungkapkan kebanggaannya membawa bendera merah putih hingga ke pegunungan Himalaya. Banyak pengalaman menarik yang ia rasakan selama perjalanan kurang lebih dua bulan. Mulai dari sambutan hangat warga negara lain serta perjalanan penuh tantangan ketika melewati jalan berat dan berdebu di Myanmar .

Solo Riding Hingga Himalaya, Gunadi Bawa Pesan Damai dari Indonesia
Dalam perjalanan solo ridingnya ke Himalaya, Gunadi mendapat support dari Adira Finance  (Wilfridus Zenobius Kolo /JawaPos.com)

"Myanmar memang daerah terberat. Jalan  tidak cukup bagus karena rusak dan berdebu,  sulit dimaskuin rider,  karena mereka satu-satunya negara di ASEAN yang seharusnya tidak butuh visa, tetapi harus pakai Visa. Visanya harus  di urus di kedutaan dan di agen border yang mensyaratkan harus bayar 800 dolar per rider. itu hanya untuk melintas Myanmar saja sampai ke perbatasan," kata Gunadi berbagi kisahnya.

Motor yang digunakan Gunadi adalah Viar Vortex 250 yang diakuinya memiliki ketangguhan yang cukup dasyat karena perjalanan panjang melewati jalan Myanmar yang berat, hingga kondisi dingin Himalaya, motor ini tidak mengalami kerusakan yang berat.

"Banyak orang bilan ya Viar bisa gak. Tapi saya sudah buktikan sampai Himalaya. Perawatannya service-nya paling ganti oli, kampas rem. Pada saat temperatur memang udara bisa beku, bensin juga bisa beku. Tapi karena karburato rkita bisa buka dan setel agar banyak bensin yang keluar lalu kita pasang lagi dan hidup. Jadi motor tidak ada kendala," ujar Gunadi.

Dalam perjalanan solo ridingnya ke Himalaya, Gunadi mendapat support dari Adira Finance yang memiliki misi yang sama untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara damai dan bangsa besar. Sebagai ketua komunitas yang mmebawahi para riders yang punya visi mulia untuk melakukan perjalanan ke luar negeri membawa nama Indonesia, Gunadi ingin agar lebih banyak anak muda punya semangat untuk berkontribusi bagi bangsa.

Ke depan Gunadi bersama teman-temannya memiliki rencana untuk riding ke beberapa negara salah satunya adalah riding ke negeri Korea Utara dengan membawa misi yang sama yakni perdamaian dan persahabatan antar bangsa.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up