JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kisah Unik Dibalik Geliatnya Diecast di Indonesia

18 November 2018, 10:18:42 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Kisah Unik Dibalik Geliatnya Diecast di Indonesia
Deretan mobil miniatur dalam even Indonesia Diecast Expo 2018 di ICE, BSD. (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Dunia diecast atau miniatur mobil memiliki keunikan sendiri. Dia tak seperti dunia mobil aslinya yang melulu bicara soal angka. Angka produksi, angka penjualan dan catatan baku lainnya yang menggambarkan pertumbuhannya.

Diaa lahir dari ekosistem yang tercipta karena kesenangan, hobi dan kenangan yang terpatri pada setiap pencintanya. Jangan bicara harga dan angka lainnya disini. "Karena ini sangat individual, personal. Sekalinya suka, kamu pasti beli," ujar Head of Promotion Indonesia Diecast Expo (IDE), Feldani Effendy saat berbagi cerita dengan JawaPos.com, pada Sabtu (17/11).

Seperti itulah geliat yang menggerakan pasar diecast dimanapun, termasuk di Indonesia. Pecintanya datang dari semua kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Mereka yang punya banyak uang maupun orang biasa. Namun, semua kembali pada kesenangan dan ketertarikannya pada bentuk, model dan cerita dibelakang diecast tersebut. Bahkan, keberuntungan pun bermain di sana.

Kisah Unik Dibalik Geliatnya Diecast di Indonesia
Diecast mobil balap berbagai ukuran yang memikat. (Wilfridus Zenobius Kolo/JawaPos.com)

"Kita bisa dapat dari orang. Kita punya istilah RAOK (Random act of Kindness). Jadi kita bisa ketemu kenalan kita atau bisa dikasih orang. Ini buat kamu ya jangan di jual lagi. Ini cocok buat kamu. Itu salah satu bentuknya. Jadi kita enggak usah bicara latar belakang ekonomi di sini," tegasnya.

Ekosistem diecast juga terus tumbuh. Alasannya, dia tidak memiliki batasan harga baku. Pecinta miniatur bisa mendapatkan model diecast yang biasa dijual di mini market dengan harga Rp 29 ribu atau hunting diecast premium yang memiliki harga hingga ratusan juta rupiah. Barang satu ini dikategorikan barang koleksi sehingga harga merupakan negosiasi dan kecocokan antara mereka menawar dengan pemilik.

"Jadi di diecast batas harganya adalah langit. Kalau kita bicara harga memang tak bisa dipastikan. Karena ini colectible item (barang koleksi) yang tidak punya market price. Sifatnya sangat individual. Kamu suka, ya kamu bayar. Kalau enggak suka yang enggak usah beli dan ada negosisasi alot untuk mendapatkannya bila itu merupakan barang kolesi," tuturnya.

Tak hanya sampai disitu, hal menarik lain dari diecast adalah kisah atau kenangan yang ada dibalik mobil kecil tersebut. Feldani mencontohkan ada sebuah mobil diecast yang bisa dibeli dengan Rp 1 miliar di Amerika. Mobil itu sangat legendaris karena hanya diproduksi satu unit oleh Hot Wheels.

"Mobil tersebut bernama Beach Booms yang saat ini dimiliki oleh Bruce Pascal dan tidak ingin dijual kepada siapa pun karena mobil itu hanya satu unit yang pernah dibuat dan saat itu masih prototipe. Itu sebabnya harganya diecast bisa terbentuk dari cerita seperti itu. Dia dibuat kapan, oleh siapa, dibuatnya pada saat apa, di keluarinnya di mana. Semua itu berpengaruh pada valuenya," beber Feldani.

Selain itu, sisi kenangan juga menjadi salah satu faktor penentu harga sebuah diecast. Feldani optimis, market diecast di Indonesia akan terus bergerak maju. Hal ini diperkuat dengan antusiasnya masyarakat akan pameran Indonesia Diecast Expo (IDE) yang hampir satu dekade.

"Kita yakin ke depan diecast Indonesia akan maju. Saat pameran kemarin di ICE BSD (17-18 November 2018d) animonya sangat besar. Kurang lebih ada 12 ribu pengunjung. Bahkan Jun Imai, Desiner Hot Wheels juga ikut hadir dalam acara kemarin sebagai apresiasi bagi penggemar diecast di Indonesia. Jadi kita optimis selama orang masih menyukai mainan, dunia diecast akan terus hidup," pungkasnya.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up