JawaPos Radar

Mitos Potong Busi Bisa Tingkat Performa Motor, Begini Penjelasannya

18/09/2018, 07:56 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Mitos Potong Busi Bisa Tingkat Performa Motor, Begini Penjelasannya
Pemotongan kepala busi justru akan memangkas usia pakai busi (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Banyak mekanik bengkel dan masyarakat awam yang kerap melakukan pemotongan atau modifikasi busi dengan tujuan mengakali pengapian busi agar lebih baik dan meningkatkan performa motor.

Dengan memotong kepala busi atau elektroda, mereka berharap loncatan api di busi dapat bersentuhan langsung dengan bahan bakar dan udara yang terkompresi tanpa ada hambatan. Atau dengan kata lain dapat menekan efek quenching yang terjadi pada elektroda busi.

Aftermarket Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano juga masih mempertanyakan apakah mungkin untuk meningkatkan performance ataupun durabilty kendaraan dilakukan dengan memotong atau memodifikasi busi.

“Pada proses perkembangan teknologi busi sangat dipengaruhi oleh efek quenching, yakni bentuk elektroda dan fitur sangat mempengaruhi kinerja busi dalam menjalankan proses pengapian. Jadi dengan pemotongan justru akan memindahkan titik api sehingga justru dapat merusak busi,” kata Diko pada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Diko menjelaskan dengan pemotorngan elektroda busi pertumbuhan api akan bergeser dari titik semula. Posisi awal terbentuknya api mengalami pergeseran menuju sisi kiri sehingga api menjadi lebih cepat membesar.

“Hal ini akan berpengaruh pada Api yang membesar dikarenakan efek quenching yang terjadi lebih sedikit diterima oleh masing-masing elektroda. Spontanitas pada akselarasi kendaraan akan terasa mengalami peningkatan akibat perubahan tersebut. Namun pergeseran titik api juga akan menyebabkan keausan pada elektroda sehingga kerusakan busi justru tak dapat diprediksi,” terangnya

Selain itu, elektroda yang menerima percikan listrik tidak fokus karena penyebaran titik api pasca pemotongan busi pada elektroda tidak merata sehingga terjadi penumpukan karbon yang menjadikan busi lebih cepat rusak.

Sebagai kesimpulan setiap modifikasi yang dilakukan pada busi standar akan menimbulkan sisi positif dan negatif yang akan timbul. Dalam ini, sebut Diko, malah busi akan lebih cepat mengalami keausan dikarenakan bahan standar adalah jenis nickel.

“Apabila ingin mendapatkan efek dari pengapian yang lebih baik disarankan pengguna dapat mengganti busi standarnya dengan busi berbahan logam mulia seperti busi GPower atau Iridium IX,” tutup Diko

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up