JawaPos Radar

Shell Umumkan Enam Ide Terbaik Finalis Think Efficiency 2018

18/07/2018, 15:14 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
shell, Think Efficiency 2018, shell Think Efficiency
Ilustrasi: kompetisi Think Efficiency 2018. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kompetisi “Think Efficiency 2018” semakin seru diikuti. Acara yang dihelat Shell Lubricants bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) itu kini telah memasuki babak baru.

Lebih dari 100 ide yang dikirimkan para inovator Indonesia telah diterima panitia. Dari seluruh ide tersebut, enam di antaranya terpilih sebagai finalis yang akan maju ke tahap penjurian akhir. Para finalis tersebut mewakili tiga karya terbaik dari masing-masing kategori Think Efficiency 2018, yaitu kategori inovasi Tribologi dan inovasi Energi.

Director of Lubricants PT Shell Indonesia Dian Andyasuri mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengikuti kompetisi Think Efficiency 2018.

“Selain para inovator dari dalam negeri, kami menerima karya yang datang dari anak bangsa yang berdomisili di empat negara di luar Indonesia. Karya-karya ini juga datang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar SMU, pekerja profesional, hingga para pengajar di Universitas,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Peserta kompetisi Think Efficiency 2018 terbuka untuk berbagai usia dan kalangan. Dari karya yang masuk, tercatat usia peserta berkisar antara 18-64 tahun dengan latar belakang beragam. Dari mahasiswa perguruan tinggi, kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen, hingga profesor.

Setelah melalui proses penilaian yang meliputi aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan, didapatkan enam finalis yang akan melakukan presentasi ide di depan panelis yang terdiri dari kalangan profesional dan akademisi. Tahap final ini akan diselenggarakan pada 14 Agustus 2018 di Jakarta.

Untuk kategori inovasi Tribologi, ketiga finalis terpilih adalah Dr. Anggito P. Tetuko, M.Eng dan tim dengan judul karya “Pengembangan material nano-particle (Fe3O4) sebagai bahan aditif nano-lubricant pada komponen mesin”. Kemudian Daniel Martomanggolo Wonohadidjojo yang membawakan, “Pemodelan dan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller”. Selanjutnya ide inovasi “Rancang Bangun Teknologi Dielektrik Berbasis Lapisan Tipis (Thin Film) Kitosan Sebagai Biosensor Deteksi Kualitas Oli secara In-situ” yang diusung oleh Ikhwanuddin.

Sementara itu tiga finalis untuk kategori energi adalah tim Innovation Geeks dengan judul karya “Bio-DME is Future LPG”, tim REPGY dengan ide inovasi “Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi dengan Sel Ondri”, dan tim PSSL Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang memberikan ide inovasi “Smart Home Energy Management System”.

Acara final Think Efficiency 2018 akan diawali seminar bertajuk “Inovasi untuk Negeri”. Para pembicara akan memaparkan ide dan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi khususnya di bidang Energi dan Tribologi. Selain beberapa panelis, Shell dan Ecadin juga mengundang Indra Kanoena Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama, asisten profesor Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia Dr. Chairul Hudaya, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Nasional Dr. Nandang Suhendra untuk menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Sekadar informasi, Think Efficiency 2018 merupakan bentuk komitmen Shell di Indonesia untuk turut mendorong kemajuan talenta dan inovator masa depan dalam memikirkan tantangan energi pada beberapa dekade mendatang. Pekan lalu tim mahasiswa Indonesia telah membuktikan karya mereka dalam hal inovasi di sektor energi dengan menjuarai kompetisi tingkat dunia di London yaitu, Tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada menjadi juara dunia final kompetisi gagasan Shell Ideas360.

Kemudian tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berhasil menjadi juara pertama balap mobil adu cepat dan hemat energi Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (SEM DWC) Grand Final 2018 di ajang festival Shell Make the Future Live di London, Inggris.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up