JawaPos Radar | Iklan Jitu

Castrol Asia Pasific Super Mechanic Contest

Tim Indonesia Harus Puas di Peringkat Kelima

15 November 2018, 21:09:25 WIB | Editor: Dida Tenola
Castrol Asia Pasific Super Mechanic Contest
Tim Indonesia harus puas berada di peringkat lima pada ajang Castrol Asia Pasific Super Mechanic Contest di Bangkok, Thailand, Kamis (15/11). (Ariski Prasetyo Hadi/ Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com- Tim Indonesia gagal menjuarai Castrol Super Mechanic Contest Asia Pasific 2018 di Bangkok Thailand, Kamis (15/11). Dari tiga babak yang dilalui, Hari Wijaya, Mualim, dan Rohim hanya mampu duduk di posisi kelima. Di luar dugaan, juara pertama diraih kontestan dari Filipina.

Pada babak kedua dan ketiga, setiap tim diberikan waktu 70 menit. Tugas setiap peserta ada dua. Membongkar kendaraan, serta memperbaiki kerusakan motor. Sampai kendaraan roda dua itu kembali bisa digunakan.

Namun, waktu 70 menit itu tidak bisa digunakan sepenuhnya. Sebab, di babak sebelumnya, Indonesia tidak masuk tiga besar tim yang mengumpulkan nilai tertinggi. 

Indonesia baru diperbolehkan mengerjakan di menit ke 60. Setelah mendapatkan lampu hijau, tim langsung membongkar motor. Mualim bertugas mengganti ban dalam. Hari mengganti oli. Sedangkan Rohim memperbaiki kampas rem.

Di babak itu, tim indonesia tidak menemukan kesulitan. Hanya butuh waktu 10 menit, soal tuntas dikerjakan. Di sisa waktu 50 menit, tim mengerjakan soal babak tiga.

Kesulitan baru muncul. Tim diminta menghidupkan kembali motor rusak. Sayangnya, tantangan itu tidak.bisa diselesaikan. Sampai waktu berakhir, ketiganya tidak berhasil menghidupkan Yamaha Fino 120 CC. Alhasil, Indonesia harus puas di posisi kelima. Posisi itu setingkat di atas India.

Mualim mengatakan, ada sejumlah persoalan mengapa tim tidak mampu menuntaskan persoalan. Pertama karena gugup. Menurut dia, arena lomba sangat bising. Sehingga mempengaruhi mental. "Pada saat membenahi saluran bensin ke mesin kami kesulitan," jelasnya kepada Jawa Pos.

Menurut dia, saluran atau intake itu tertutup. Sehingga tidak bisa mengalirkan bahan bakar. "Kami kehabisan waktu," jelasnya.

Masalah kedua karena tingkat kesulitan soal. Menurut dia, tahun ini soal jauh lebih berat. "Kami sudah persiapan panjang. Ternyata di luar prediksi," jelasnya.

Hari mengatakan, lomba tahun ini menjadi pelajaran. Dia berharap tahun depan tim Indonesia berhasil menjadi jawara. "Kami harus meningkatkan kemampuan," paparnya.

Dalam kejuaraan kontes mekanik itu dimenangkan tim Filipina. Urutan kedua ditempatkan Vietnam. Sedangkan juara ketiga diraih Malaysia.

(aph/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up