JawaPos Radar | Iklan Jitu

Fitur Keselamatan Mobil Ini Mampu Turunkan Angka Kecelakaan 46 Persen

15 November 2018, 07:50:09 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Fitur Keselamatan Mobil Ini Mampu Turunkan Angka Kecelakaan 46 Persen
Fitur pengingat tabrakan pada mobil untuk menghindari kecelakaan (Dok. Carscoops)
Share this

JawaPos.com - Perkembanngan dunia otomotif saat ini tengah menuju sebuah era baru. Banyak raksasa otomotif kinni tidak hanya mengembangkan mobil listrik, tetapi lebih maju lagi dengan membangun mobil prototipe self-driving atau mobil otonom.

Terkait penyematan teknologi super canggil dalam tubuh mobil otonom yang tak harus dikemudikan oleh manusia, tentu ini merupakan sebuah pencapaian otomotif yang fantastis. Meski demikian, banyak pengamat otomotif menghimbau agar penerapan teknologi lama yang memiliki urgensi, seperti sistem pengereman darurat tetap diikutsertakan dan menjadi bagian mobil otonom.

Fitur Keselamatan Mobil Ini Mampu Turunkan Angka Kecelakaan 46 Persen
Uji tabrak mobil oleh IIHS untuk pengembangan fitur keselamatan (Dok.Carscoops)

Pasalnya, teknologi sistem pengereman darurat yang dilengkapi dengan alarm sebagai sistem peringatan tabrakan memberikan kontribusi signifikan pada menurunnya angka kecelakaan.

Carscoops, Rabu (14/11) mengungkapkan dari hasil penelitian lembaga keselamatan berkendara di Amerika, Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), teknologi ini secara drastis mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi setiap tahun.

Studi terbaru IIHS yang dilakukan pada mobil General Motors (GM) pada tahun 2013-2015, menemukan model mobil yang dilengkapi dengan sistem peringatan tabrakan depan dengan fungsi pengereman darurat otomatis mengalami 43 persen lebih sedikit tabrakan depan ke belakang daripada model tanpa teknologi ini.

Bahkan bicara crash dari depan ke belakang secara lebih rinci yang menyebabkan cedera lebih baik 64 persen daripada mobil yang tidak menggunakan teknologi ini. Ini mengisyaratkan bahwa teknologi sistem pengereman darurat dan peringatan tabrakan menjadi wajib dan bisa disempurnakan pada mobil dengan teknologi tinggi dan tidak tergantikan.

IIHS kembali merinci data yang mereka dapatkan untuk model yang lebih mendasar, dengan hanya sistem peringatan tabrakan depan tanpa pengereman otomatis, secara signifikan lebih baik daripada kendaraan tanpa teknologi pengingat sama sekali. Dimana tabrakan depan ke belakang turun 17 persen, sementara tabrakan yang mengakibatkan cedera turun 30 persen.

Selain mengurangi jumlah kecelakaan secara keseluruhan, teknologi ini secara signifikan mengurangi jumlah kecelakaan yang menyebabkan cedera. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa pengemudi telah mendapat signal daln alarm tentang kemungkinan tabrakan dan dapat memperlambat kendaraan. Atau dalam kondisi tertentu mereka bisa menghindari objek tabrakan shingga tak terjadi kecelakaan sama sekali.

Peneliti IIHS, Jessica Cicchino menuturkan pengembangan teknologi yang bermanfaat sangat membantu manusia untuk menghindari benturan saat berkendara. Ini sangat penting untuk mewujudkan kondisi jalan raya bersih dari kecelakaan dan teknologi seperti pengingat tabrakan dan pengereman darurat itu membuktikan bahwa mereka bekerja lebih efektif dibandingkan mengandalkan respon dan sensivitas manusia

Untuk itu, jika pengereman darurat otomatis menjadi standar fitur safety lebih banyak kendaraan secara universal akan sangat membantu impian semua negara untuk menekan masalah angka kecelakaan. Kini, banyak produsen otomotif mulai berpikir untuk melindungi konsumennya dengan penerapan sistem teknologi ini sebagai perangkat standar pada semua mobilnya.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up