JawaPos Radar

Suzuki Genjot Penjualan Motor Sport

14/11/2017, 21:01 WIB | Editor: Dwi Shintia
Penjualan motor Sport Suzuki
AGRESIF: Pengguna motor Suzuki berkumpul di rest area Karangploso mengikuti Suzuki Bike Meet (12/11). (CHARINA MARIETASARI/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com  – Segmen motor sport yang menjadi tulang punggung Suzuki bakal digenjot. Tujuannya, meningkatkan penjualan yang sempat lesu. Begitu pula motor matik.

Aceng Ulumudin, section head Jawa Timur dan Indonesia Timur PT Suzuki Indomobil Sales, menjelaskan bahwa di Indonesia ada dua kategori motor sport. Yaitu, kelas 150 cc dan 250 cc.

Menurut dia, sepanjang 2017, penjualan kelas 250 cc cenderung turun. Pada kelas 150 cc, penjualan relatif stabil. ”Faktor penyebabnya masih terletak pada daya beli masyarakat. Sebab, 40 persen masyarakat kelas menengah dan 20 persen kelas bawah mengalami daya beli yang sedikit tertekan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pembeli motor sport umumnya adalah orang yang sudah memiliki motor. Mereka ingin naik kelas dengan membeli segmen sport. Saat ini masyarakat lebih menyimpan dananya untuk keperluan lain.

Aceng menyatakan, saat ini pihaknya belum bermain di kelas 250 cc. ”Rencana ke sana ada. Tapi, sekarang kami masih mengkaji apakah dipercepat mengeluarkan kelas tersebut atau kami tahan dulu,” papar Aceng di sela-sela kegiatan Suzuki Bike Meet di Malang, Minggu (12/11). ”Misalnya, kami keluarkan 250 cc dengan kondisi sekarang yang market-nya turun, nanti malah kesulitan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kontribusi terbesar Suzuki di Jatim adalah motor sport GSX R150. Yakni, sekitar 60 sampai 70 persen. Disusul GSX S150 sebesar 15 persen. Adapun kontribusi Jatim ke nasional mencapai 30 persen untuk seluruh tipe. ”Penjualan GSX R150 sampai saat ini masih stabil. Respons masyarakat juga sangat baik sejak diluncurkan Februari 2017 sampai sekarang,” jelas Aceng.

Dia mengakui, market share Suzuki di Jatim masih terbilang kecil, yaitu 1,5 persen. Akhir tahun ini, pihaknya menargetkan dapat mencapai pangsa pasar 2 persen. ”Upayanya dengan menggenjot GSX ini agar lebih naik lagi. Kemudian, kami juga habis keluarkan Suzuki Nex (matik) dan market-nya lumayan besar. Kami ambil market dari situ juga,” ujarnya.

Kontribusi segmen matik pada penjualan Suzuki belum banyak. Hanya sekitar 10 persen. Hal itu disebabkan pasar matik di Suzuki lama vakum. ”Baru akhir-akhir ini kami dongkrak lagi dengan Nex itu,” katanya. Aceng mengakui, market terbesar di Indonesia adalah matik. ”Makanya, kami akan terus develop di matik dan kami keluarkan seri baru lagi kalau saatnya tepat,” lanjut Aceng.

Sementara itu, untuk penjualan Suzuki di Jatim, yang paling besar berasal dari Surabaya. Yakni, mencapai 40 persen. Malang berada di posisi kedua dengan 25 persen dan disusul Sidoarjo. (*)

car/c6/fal

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up