JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ingin Mobil Awet dan Sehat? Jangan Salah Pilih Bahan Bakar!

13 November 2018, 09:12:09 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ingin Mobil Awet dan Sehat? Jangan Salah Pilih Bahan Bakar!
Diskusi Pertamina bersama masyarakat membahas bahan bakar berkualitas (Wilfridus Zenobius Kolo / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Sebagai produsen bahan bakar dalam negeri, Pertamina berupaya terus berinovasi menghasilkan bahan bakar berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu Pertamina mengajak masyarakat menggunakan bahan bakar berkualitas agar kendaraan lebih awet.

Salah satunya yaitu menggunakan Pertalite yang memiliki Research Octane Number (RON) 90. Dalam sebuah diskusi Pertamina dengan masyarakat Pangkal Pinang, Jumat (9/11) lalu, turut hadir member Krimun Club Bangka Belitung dan perwakilan Main Dealer Yamaha Bangka Belitung.

Menurut Adrian, member Karimun Club Bangka Belitung, bahan bakar berkualitas baik, misalnya Pertalite atau Pertamax dapat membuat mobil lebih irit. Belum lagi performanya juga lebih baik daripada Premium.

“Makin sesuai bahan bakar terhadap mesin, makin mantep mesinnya dan juga konsumsi BBM-nya, terbukti waktu itu dari Bangka menempuh jarak sekitar 1.700 km ke Sumatera Selatan dan Jambi, cuma habis Rp 800.000 pakai Pertalite,” kata Adrian di Pangkal Pinang beberapa waktu lalu

Ia juga menuturkan bahwa ia pernah membandingkan pemakaian ketiga bahan bakar Premium, Pertalite, dan Pertamax Rp 100.000 dengan jarak tempuhnya sama. Hasilnya, bahkan Pertamax lebih irit. Selain itu, menggunakan bahan bakar dengan ron lebih tinggi membuat AC mobil lebih dingin, karena bahan bakar juga bisa pengaruhi kelistrikan mobil.

Secara lebih teknis Main Dealer Yamaha Bangka Belitung, Humaidi menjelaskan pengembangan teknologi pada mobil atau motor harus diikuti kualitas bahan bakar yang setara dengan teknologi mesinnya agar kendaraan tetap sehat. 

"Mesin-mesin kendaraan juga mulai dibuat dengan standar kebutuhan bahan bakar tinggi, minimal setidaknya dengan Research Octane Number (RON) 90, atau setara dengan BBM jenis Pertalite. Standarisasi ini bukan sembarang dibuat, karena harus sesuai dengan spesifikasi mesin berteknologi tinggi dan juga tidak menghasilkan emisi gas buang yang tinggi," paparnya.

Humaidi juga mengajak masyarakat tak ragu membeli bahan bakar lebih mahal asal sesuai dengan kebutuhan mesin. Sebab dalammkurun waktu jangka panjang, memberi efek baik bagi mesin.

(wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up