JawaPos Radar

Uber Gandeng Veteran NASA Siapkan Mobil Terbang

11/03/2017, 13:31 WIB | Editor: Thomas Kukuh
Uber Gandeng Veteran NASA Siapkan Mobil Terbang
pesawat listrik Vertical Take-off and Landing on-demand (VTOL). ()
Share this image

JawaPos.com - Selain Pop.up, Uber tidak ketinggalan memperlebar risetnya menuju mobil terbang. Bermula pada 2010, seorang teknisi pesawat NASA bernama Mark Moore mempublikasikan laporan resmi yang menguraikan penelitiannya mengenai pesawat listrik Vertical Take-off and Landing on-demand (VTOL). 

Sesuai dengan namanya, pesawat listrik ini diciptakan untuk bisa lepas landas dan dan mendarat secara vertikal seperti helikopter. Tentunya dengan ukuran yang lebih kecil dan suara yang lebih tenang. ’’Saya tidak bisa memikirkan posisi yang lebih kuat di perusahaan lain, untuk menjadi pimpinan di lingkungan seperti ini dan membuat pasar mobil listrik VTOL menjadi nyata,’’ ujar Moore. 

Konsekuensinya, dia memang meninggalkan US National Aeronautics and Space Administration alias NASA, tempatnya mengabdi 30 tahun sebelum pindah ke Uber Technologies Inc. Moore langsung diangkat menjadi Direktur Teknik Penerbangan Uber Elevate. Menurut Moore, Uber sendiri tidak berambisi untuk membuat mobil terbang secepatnya. Belum pula dalam proses pembuatan. Yang jelas, visinya untuk memunculkan teknologi baru, seperti mengurangi polusi udara, efisiensi kendaraan, dan keterbatasan energi. ’’Saya melihat visinya dan terkesan dengan potensi efek yang akan dibuat,’’ ujarnya. 

Walaupun Moore menyadari banyaknya hambatan di depan. Dan hambatan tidak hanya dalam hal teknis. Sebab perusahaan mobil terbang kedepannya perlu bernegosiasi secara mandiri dengan pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih rendah, lobi legal pengesahan pesawat, dan pengaturan lalu lintas udara. Semua itu bukanlah hal yang mudah. Namun mengingat uber dengan 55 juta pengendara aktif memperlihatkan besarnya pasar yang bisa digunakan. ’’Bila secara ekonomi tidak menguntungkan, makan semua ini hanya permainan teknologi liar dan bukan investasi yang tepat,’’ imbuhnya. 

Uber akan jadi penggoda para penggemar sci-fi. Moore menggambarkan perubahan dari uber konvensional ke uber dengan mobil terbang, dimana penumpang memanggil uberke ‘vertiports’ terdekat untuk terbang ke destinasi penumpang. Yang jelas, pergi dengan taksi udara ini akan memakan waktu yang lebih pendek. Moore juga menceritakan, kepindahannya ke uber adalah sebuah keputusan besar yang beresiko. Dia meninggalkan NASA satu tahun sebelum pensiun. Yang artinya dia juga meninggalkan pensiunannya dengan jumlah yang signifikan dan fasilitas kesehatan gratis seumur hidup. ’’Inilah resiko di tempat yang tepat untuk membuat suatu market menjadi nyata,’’ ucap Moore. 

Disisi lain, Nikhil Goel, bagian kepala produk lanjutan Uber mengatakan perusahaannya ingin mengatur industry untuk memacu pengembangan mobil terbang. ’’Kami berusaha mempercepat penemuan baru untuk lingkungan yang lebih baik, saya senang Mark bergabung dengan kami untuk bekerja dengan produsen dan para pemangku kepentingan, karena kami akan terus mengeksplorasi,’’ paparnya. (Bloomberg/ina)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up