alexametrics

Lampu Dan Mesin Motor Mendadak Mati, Periksa Komponen Ini

11 Februari 2018, 05:45:23 WIB

JawaPos.com – Tak jarang kerusakan aki dipicu oleh kelumpuhan kiprok yang tak terdeteksi. ‘Organ’ ini berfungsi mengatur pasokan listrik dari alternator menuju aki. Kelumpuhan kiprok mengakibatkan aki menerima pasokan listrik berlebihan. Akibatnya, catu daya ini mendidih kemudian jebol.

Berdebu, plus kondisi soket berkerak menjadi nasib yang sudah lumrah dialami oleh kiprok. Maklum saja, mayoritas pemilik sepeda motor hampir bisa dipastikan tak pernah mempedulikan ‘organ’ sepeda motor yang satu ini.

Saat kendaraan mengalami gangguan sistem kelistrikan dan pengapian, galau dan bingung akhirnya menghampiri. Lampu sering putus atau mati, menyala redup, aki tak terisi, atau sebaliknya justru overcharge dan mendidih, kemudian jadi gampang rusak, motor tiba-tiba mati, adalah pertanda yang bisa dipicu oleh gangguan Kiprok. Bahkan, pemasangan kabel yang tidak benar dan mengakibatkan korsleting bisa memicu terjadinya kebakaran sepeda motor.

“Cek sistem kelistrikan sebaiknya dilakukan rutin bersamaan saat ganti oli atau saat melakukan pemeriksaan aki. Nah, salah satu bagian sistem kelistrikan itu kiprok,” tutur Bowi, mekanik bengkel di Pondok Kacang, Tangerang Selatan. Diagnosa kinerja kiprok nggak bisa hanya dilakukan dengan melihatnya secara fisik. “Namanya juga komponen elektronik. Biar bisa tahu masih berfungsi baik atau sudah soak ya harus dengan alat. Nama alat tersebut yaitu Multitester,” imbuh Bowi.

Mau coba mempraktikan diagnosa kinerja kiprok sendiri? Begini… copot dulu kabel di kedua terminal aki. Atur tuning atau kenop multitester pada posisi mode DC, lalu atur pada posisi 50 volt. Berikutnya, pengukuran voltase kiprok dilakukan dengan cara menempelkan jarum multitester di kabel positif aki (kabel merah). Sementara itu kabel negatif multitester ditempelkan di bodi motor (kabel hijau), atau kutub negatif aki. Setelah kedua kutub disambungkan, lalu hidupkan mesin kendaraan.

Tarik gas hingga mencapai putaran 3.000 rpm atau lebih. Perhatikan jarum penunjuk multitester. Kiprok ‘sehat’ punya tegangan 13,5 volt. Sebaliknya jika voltase kiprok menunjuk angka lebih dari 13,8 -14,4 volt itu berarti kiprok bermasalah. Sedangkan, jika saat itu jarum multitester menunjukkan angka tegangan kurang dari 12 volt, itu berarti terdapat gangguan pada sistem sambungan atau soket-soket kiprok. Bersihkan segera bagian tersebut. Anda bisa menggunakan cairan pembersih yang diperuntukkan bagi alat-alat elektronik.

Jangan lupa melakukan pemeriksaan kabel ground atau kabel massa yang menempel di bodi kendaraan. Pastikan ujung kabel tersebut tidak berkerak. Kabel ground adalah kabel negatif. Astikan sambungan soket telah dipasang secara kencang. Begitu pula dengan kedua kabel di kutub aki. Jika sudah kelar, ukur kembali tengangannya. Jika masih tetap kurang dari 12 Volt, ada kemungkinan motor Anda mengalami gangguan di bagian spul. Segera bawa ke bengkel untuk melakukan pemeriksaan spul.

Kiprok yang bekerja baik, saat beroperasi terasa hangat ketika dipegang. Tapi tidak overheat alias terlalu panas lho. Pabrik mendesain kiprok dengan sirip-sirip yang berfungsi untuk membuang panas. Periksa dan bersihkan selalu debu yang menempel di bagian sirip-sirip kiprok. Selain itu, disarankan pula agar  Anda tidak menaruh benda-benda yang bisa menutupi kiprok dan berpotensi menghambat proses pembuangan panas.

Lantas bagaimana jika kiprok tetap saja adem ketika beroperasi? Kondisi seperti itu bisa mengindikasikan kiprok mengalami kegagalan atau kerusakan. Cek voltasenya. Kiprok rusak bisa mengakibatkan baterai atau aki mengalami overcharge. Akibatnya, aki akan mendidih cepat mengalami kerusakan, serta lampu kendaraan kelebihan daya kemudian mati.

Cuma itu saja tips perawatan kiprok? Satu lagi yang nggak boleh dilupakan. Kiprok dilengkapi dengan sekring sebagai pengaman. Buka plastik dudukan sekring. Pastikan sekring masih dalam kondisi baik. Tidak putus dan tidak berkerak. Sekring berfungsi mengamankan motor Anda, jika sewaktu-waktu sistem kelistrikan mengalami korsleting.

Cacat pabrik, atau produk gagal terkadang juga dialami oleh kiprok. Jadi sebaiknya saat memasang kiprok baru, Anda disarankan tetap melakukan pengecekan voltase. Mintalah bengkel untuk melakukan hal tersebut. “Untuk Vespa, kiprok orisinil jarang bermasalah dan bandel. Makanya, penggemar Vespa di sini lebih suka menggunakan kiprok copotan yang orisinil daripada kiprok baru,” kata mekanik gondrong itu menjelaskan.

Dah tahu kan? Makanya jangan sepelekan kiprok lagi.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (sab/JPC)

Lampu Dan Mesin Motor Mendadak Mati, Periksa Komponen Ini