alexametrics

Fitur Baru Chevrolet Buat Mobil Tak Mau Jalan Bila Tak Pakai Seat Belt

4 Juni 2019, 13:02:35 WIB

JawaPos.com – Chevrolet baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka meluncurkan fitur keselamatan terbaru untuk kendaraan yang akan dibesutnya di masa depan. Fitur tersebut bernama Buckle to Drive.

Mengutip laman USAToday, Selasa (4/6), Buckle to Drive sebagai fitur keselamatan akan memaksa pengemudi menggunakan sabuk keselamatan atau seat belt. Jika tidak, fitur Buckle to Drive akan membuat kendaraan enggan berjalan hingga sabuk keselamatan benar-benar terpasang.

Buckle to Drive akan hadir perdana di kendaraan Chevrolet Traverse, Malibu dan Colorado pada tahun 2020 mendatang. Buckle to Drive akan diintegrasikan kedalam mode Teen Driver dan dirancang untuk tidak memungkinkan pengemudi memindahkan tuas transmisi dari Pl:P’ ke ‘D’ (dalam transmisi otomatis) selama hingga 20 detik jika sabuk pengaman pengemudi tidak terpasang.

Fitur Baru Chevrolet Buat Mobil Tak Mau Jalan Bila Tak Pakai Seat Belt
Ilustrasi: Fitur Buckle to Drive terbaru dari Chevrolet untuk menekan angka kematian di jalan raya akibat tak mengenakan sabuk pengaman. (Dok. Chevrolet)

“Buckle to Drive tertanam dalam sistem Teen Driver Chevrolet dan bertujuan membantu mengingatkan remaja untuk melek setiap kali mereka naik ke belakang kemudi,” kata Tricia Morrow, insinyur keselamatan Chevrolet, dalam sebuah pernyataan.

Mode Teen Drive sendiri dikenalkan pada 2015 silam. Mendukung aspek keselamatan berkendara lainnya, mode Teen Drive akan secara otomatis mematikan radio hingga sabuk pengaman pengemudi dan penumpang depan dikencangkan dan juga memungkinkan orang tua untuk mengatur kecepatan maksimum dan batas volume audio.

Menurut data lembaga kesehatan Centers for Disease Control and Prevention, kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab utama kematian bagi remaja-remaja di Amerika Serikat (AS). Remaja memiliki tingkat penggunaan sabuk pengaman terendah dibandingkan dengan kelompok umur lainnya.

Chevrolet mengatakan dalam pernyataannya bahwa perusahaan tersebut melakukan penelitian ekstensif tentang risiko tersebut. Pihaknya mengatakan kalau fitur Buckle to Drive dalam sistem Teen Driver-nya yang didasarkan pada studi percontohan internal baru-baru ini akan membuat pengemudi remaja lebih sadar untuk menggunakan sabuk keselamatan sebelum berkendara.

Seperti sudah disinggung di atas, fitur Buckle to Drive hanya tersedia bila kendaraan dalam mode Teen Driver.
Untuk menggunakan mode Teen Driver, orang tua dapat mengaktifkan fitur dengan membuat PIN di menu pengaturan yang memungkinkan mereka untuk mendaftarkan kunci remaja mereka.

Pengaturan Teen Driver dihidupkan hanya ketika tuas kunci terdaftar digunakan untuk memulai kendaraan. Saat aktif, Teen Driver mematikan radio secara otomatis hingga sabuk pengaman pengemudi dan penumpang depan dipasang. Volume maksimum sistem radio juga dapat diatur ke tingkat yang lebih rendah.

Orang tua dapat menetapkan batas kecepatan maksimum mobil hingga 85 mph dan dapat memilih peringatan kecepatan antara 40 hingga 75 mph bahwa jika terlampaui fitur akan mengaktifkan peringatan visual dan suara yang terdengar. Teen Driver juga menawarkan kartu laporan dalam kendaraan di mana orang tua dapat melihat bagaimana anak remaja mereka mengendarai kendaraan mereka.

Kartu laporan melacak jarak yang ditempuh, kecepatan maksimum yang dilalui, peringatan kecepatan berlebih yang dikeluarkan, peristiwa throttle terbuka lebar dan berapa kali sistem keselamatan lainnya diaktifkan, termasuk kontrol stabilitas, kontrol traksi dan pengereman anti penguncian.

Terpisah, berdasarkan data dari US Accident Control and Prevention Center, pada tahun 2017 lalu, lebih dari 37.000 orang meninggal karena kecelakaan mobil di AS. Nahasnya, 47 persen korban di antaranya tewas lantaran tak mengenakan sabuk pengaman.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Rian Alfianto