
Tampilan Lamborghini Huracan Evo Spyder. (Instagram)
JawaPos.com - Diogo Jota, bintang Liverpool dan Timnas Portugal, tewas mengenaskan bersama sang adik, André Silva, dalam kecelakaan tragis yang terjadi di dekat kota Cerdanilla, Spanyol, Kamis (3/7) dini hari.
Mobil supermewah yang mereka tumpangi, Lamborghini Huracan Evo Spyder, ringsek tak berbentuk, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan tentang keselamatan di balik kecepatan.
Mengutip The Sun, dua bersaudara itu mengembuskan nafas terakhir mereka tak lama setelah tengah malam. Saksi mata menyebut suara ledakan ban terdengar sebelum mobil kehilangan kendali dan terguling hebat.
Dari puing-puing yang tersisa, Daily Mail mengidentifikasi kendaraan itu sebagai Huracan Evo Spyder berwarna hijau neon—warna khas yang biasa digunakan para pesohor dan atlet elite.
Huracan Evo Spyder bukan mobil sembarangan. Dengan harga GBP 250.000 (sekitar Rp 6,5 miliar), mobil ini adalah salah satu kebanggaan Italia yang sempat mendominasi pasar supercar global antara 2014 hingga 2024. Total lebih dari 25.000 unit telah terjual di seluruh dunia.
Spesifikasinya memang luar biasa: top speed di atas 325 km/jam dan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 3,1 detik. Kombinasi kecepatan ekstrem dan desain agresif menjadikan Huracán favorit di kalangan pemain bola, aktor, hingga taipan muda.
Namun, di balik gemerlapnya, model ini sempat beberapa kali tersandung masalah keamanan.
Carscoops melaporkan pada November 2023, sebanyak 7.805 unit Huracan produksi 2014–2023 ditarik kembali karena fitur infotainment yang dapat mengubah arah lampu depan ke mode 'turis', pelanggaran standar keselamatan di Amerika Serikat.
Sebulan sebelumnya, September 2024, Lamborghini menarik 39 unit Huracan Evo Spyder di AS karena kesalahan pemasangan bracket pelindung benturan di pabrik Sant’Agata Bolognese.
Ini bukan yang pertama. Pada 2021 dan 2023, unit Huracan lainnya ditarik karena kabel pembuka pintu yang longgar, hingga sistem peringatan sabuk pengaman yang tidak aktif saat kendaraan melambat di bawah 20 km/jam.
Kegagalan kecil dalam sistem seperti itu bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati, terutama dalam kecelakaan berkecepatan tinggi seperti yang menimpa Jota dan adiknya.
Perwakilan Lamborghini dalam pernyataan kepada The Sun menyatakan, pihaknya sangat berduka mendengar kecelakaan yang melibatkan Lamborghini di Spanyol, di mana Diogo dan Andre Jota kehilangan nyawa.
"Dalam masa berkabung ini, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga mereka. Automobili Lamborghini menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden ini, dengan penuh hormat terhadap semua pihak terkait," jelas pihak Lamborghini.
Kabar meninggalnya Jota langsung mengguncang komunitas sepak bola. Baru 10 hari sebelumnya, pria berusia 28 tahun itu menikahi kekasih lamanya, Rute Cardoso.
Kini, ia meninggalkan tiga orang anak dan jutaan penggemar yang belum sempat mengucapkan selamat tinggal.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
