
Montir mengganti oli mesin sepeda motor saat pelayanan servis dan ganti oli gratis di Kantor Kecamatan Kota Tangerang, Senin (17/3/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Oli motor manual memang berbeda dengan oli yang biasa digunakan pada motor matic. Ini lantaran cara kerja mesin kedua jenis motor itu memang punya perbedaan signifikan.
Motor manual menggunakan sistem transmisi dengan kopling basah yang memerlukan tingkat gesekan tertentu, agar perpindahan gigi berjalan lancar dan responsif.
Oleh sebab itu, oli untuk motor manual biasanya memiliki standar JASO MA atau MA2 yang dirancang untuk menghasilkan gesekan tinggi guna mendukung performa kopling.
Sementara itu, motor matic menggunakan sistem transmisi otomatis (CVT) yang tidak membutuhkan gesekan pada bagian kopling. Karena sistem pelumasan CVT terpisah.
Maka, oli motor matic menggunakan standar JASO MB yang memiliki karakteristik gesekan rendah.
Jika oli motor manual dipakai di motor matic, mungkin tidak langsung merusak mesin, tetapi dalam jangka waktu tertentu bisa menimbulkan 5 masalah ini, sebagaimana dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
1. Mesin Cepat Panas (Overheating)
Oli motor manual mengandung aditif gesekan yang bisa menghambat proses pendinginan mesin. Pada motor matic yang memang cenderung lebih cepat panas, hal ini bisa memperparah kondisi dan meningkatkan risiko mesin overheat.
2. Penurunan Performa Mesin
Karena tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, pelumasan motor matic dengan oli motor manual menjadi kurang maksimal. Dampaknya, mesin bekerja lebih keras, tarikan motor terasa lebih berat, dan konsumsi bensin pun meningkat.
3. Terbentuknya Endapan dan Kerak
Oli yang tidak dirancang untuk mesin matic bisa menghasilkan residu atau kerak karena tidak mampu menahan suhu tinggi dan kecepatan kerja mesin. Endapan ini berpotensi menyumbat saluran oli dan mempercepat ausnya komponen mesin.
4. Oli Lebih Cepat Rusak
Oli untuk motor manual umumnya tidak tahan terhadap putaran tinggi dan panas berkelanjutan seperti yang terjadi pada motor matic. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi, menghitam, dan kehilangan daya pelumasan.
5. Risiko Gugurnya Garansi

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
