alexametrics

Boikot AS Tak Ada Pengaruhnya, Huawei Klaim Catat Pertumbuhan Positif

31 Juli 2019, 19:11:43 WIB

JawaPos.com – Huawei mendapat tantangan yang cukup berat belakang ini. Hal tersebut lantaran Huawei sempat mendapatkan boikot dari Amerika Serikat (AS) akibat panasnya perang dagang dan isu keamanan perangkatnya yang dituduh sebagai spionase atau mata-mata.

Namun begitu, boikot AS tersebut tampaknya tidak menjadi masalah bagi Huawei. Malahan, raksasa teknologi Tiongkok itu mengklaim berhasil meraup pendapatan bisnis yang lumayan tinggi. Pada semester pertama 2019, Huawei menyebut telah membukukan pendapatan CNY 401.3 miliar atau sekitar Rp 842 triliun.

Perolehan angka segitu diklaim meningkat 23,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau Year on Year (YoY). Selain itu, laba bersih perusahaan selama semester pertama 2019 juga mengalami peningkat sebesar 8,7 persen.

Chief Technical Officer Huawei Indonesia Vaness Yew (kanan) saat acara sesi media Huawei di Jakarta, Rabu (31/7).

Chief Technical Officer Huawei Indonesia Vaness Yew mengatakan, untuk group bisnis jaringan sendiri, Huawei berhasil mencatatkan pendapatan CNY 146,5 milliar atau sekitar Rp 305 triliun pada semester pertama 2019. Dengan laju pertumbuhan yang stabil, dirinya optimistis Huawei dapat terus menjajaki segala kemungkinan baik. Terutama lini produksi dan peranti jaringan nirkabel, transmisi optik, komunikasi data, TI serta jumlah produk terkait yang menjadi domain Huawei.

“Dengan pondasi bisnis yang kuat di semester pertama tahun ini, walaupun kami dimasukkan ke dalam daftar entitas negara tertentu, pertumbuhan kami tinggi di tengah terpaan dari luar. Hal itu tidak berarti tak ada kendala. Kesulitan pasti ada dan pastinya berdampak terhadap laju pertumbuhan bisnis Huawei jangka pendek,” kata Vaness di Jakarta, Rabu (31/7).

Dalam kesempatan tersebut, dia juga memaparkan bahwa untuk Indonesia, Huawei juga mencatat pertumbuhan pendapatan. Di Indonesia, menurutnya, Huawei mengalami peningkatan dua hingga tiga persen dan mengalami peningkatan dari tahun lalu di periode yang sama. Dari peningkatan tersebut, kurang dari tiga persen kontribusi disebut berasal dari smartphone.

Sebagai informasi, seperti sudah disinggung di atas, Huawei tengah mengalami situasi yang sulit akibat perang dagang dengan AS beberapa waktu ini. Huawei sempat ‘dicerai’ Google dan beberapa perusahaan AS lainnya atas perintah presiden AS, Donald Trump yang melarang perusahaan AS memiliki hubungan dengan perusahaan Tiongkok kala itu.

Meski sempat panas, situasi keduanya perlahan sudah mulai membaik. Huawei diizinkan kembali menggunakan sistem operasi besutan Google, Android. Namun Huawei sendiri tak tinggal diam. Mereka berusaha bangkit dengan salah satunya sempat mempersiapkan OS sendiri yang berjalan di atas Android open source bernama Hongmeng.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads