alexametrics

Hadapi Covid-19, Seniman Indonesia Bakal Punya Wadah E-Commerce

30 Juni 2020, 12:30:37 WIB

JawaPos.com – Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret, berdampak pada semua profesi pekerjaan, termasuk seniman. Berbagai rencana yang telah tersusun terpaksa dibatalkan.

Sedikitnya, ada lebih dari 400 event yang tertunda bahkan terancam dibatalkan. Serta lebih dari 700 komunitas atau sanggar yang kehilangan ruang ekpresi akibat peraturan pemerintah dalam hal memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Situasi tersebut, menginspirasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) bekerjasama dengan Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (Koseta), membangun konsep dan cara berjejaring para seniman yang berbasiskan teknologi. Upaya yang digagas oleh Koseta dengan tajuk ‘Resoilnation’ merupakan ihktiar untuk menuju Resolusi Seni menghadapi pandemi Covid-19. Arah dari Resolusi Seni yang berbasiskan teknologi dirangkum dalam satu platform Payment gateway Online Submission di situs www.Resoilnation.id.

Risang Yuwono sebagai Direktur Program Resoilnation, menyatakan, kerja kolaborasi antara Pandi dan Koseta merupakan ihktiar untuk menjaga eksistensi pekerja seni. Dengan harapan akan memberikan nilai tambah secara ekonomi dan ketahanan pangan bagi pelaku seni.

“Tak hanya soal Eksistensi, kita juga membuka wacana pameran dengan sistem Legal yang komprehensif dengan dukungan SCW Legal & Partner untuk mengajarkan seniman betapa pentingnya infrastruktur HAKI di tengah lemahnya sistem Perlindungan Hak Cipta di Indonesia,” ungkapnya melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Di kesempatan lain, Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua Pandi menyebut mereka merasa tertantang untuk ikut terlibat dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap event pameran ini. Nilai tambah dari pameran ini menurutnya diluar logika umum atau Out of the box  karena seluruh karya yang terjual akan dikelola untuk penciptaan lahan-lahan pertanian baru.

“Kegiatan ini diharapkan akan mendukung program ketahanan pangan di tengah ancaman pandemi yang bersama belum dapat kita ketahui dan efek domino yang mengancam keberlangsungan Ekonomi dan sosial budaya di Indonesia mapun di dunia,” ucap Yudho.

Dukungan Pandi yang bekerja sama dengan mitra strategis penyedia jasa telekomunikasi Citrahost diwujudkan dalam pemberian hibah berupa Domain dan Hosting bagi seluruh pameris, serta pembuatan website resoilnation. Dalam paskapameran, para mitra juga akan mengembangkan kapasitas seniman dengan pelatihan Daring bagi 50 seniman guna membangkitkan visibilitas seniman Indonesia di Era Digital. Kolaborasi yang digagas PANDI dan Koseta tersebut mendapat apresiasi dari GKR Mangkubumi sebagai sebuah transformasi dunia kreatif dari konvensional menuju era digital.

“Saya melihat bahwa di era sekarang ini diperlukan sebuah usaha yang tidak kalah inovatif dari negara-negara maju di dunia, tak lain agar pelaku seni di Indonesia bisa bersaing dengan dunia internasional,” ujar GKR Mangkubumi di sela-sela pertemuan dengan Pandi di Yogyakarta belum lama ini.

Lebih jauh, GKR Mangkubumi berharap pelaku seni di Indonesia dapat bangkit, dan kreatifitasnya tidak terpuruk dalam Pandemi ini. “Kita tahu, pandemi ini memukul semua sektor, termasuk sektor kreatif yang sangat dirasakan oleh pelaku seni, dengan adanya program ini, saya berharap bisa menjadi titik balik munculnya kreatifitas baru dengan sentuhan digital,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads