Nah Lo! Jepang dan Belanda Ikuti Langkah AS Batasi Chip di Tiongkok

30 Januari 2023, 09:03:46 WIB

JawaPos.com – Tekanan kembali bakal dihadapi Tiongkok, menyusul langkah Jepang dan Belanda yang dikabarkan akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam memberlakukan larangan chip di Negeri Tirai Bambu itu. Menurut laporan Bloomberg, tujuannya adalah untuk “melemahkan ambisi Beijing untuk membangun kemampuan chip domestiknya sendiri”, menurut sumber outlet tersebut.

Perusahaan Belanda ASML Holding HV akan dicegah untuk mentransfer mesin litografi ultraviolet dalam yang digunakan untuk pembuatan chip, dan pembatasan serupa akan diberlakukan pada Nikon Corp dari Jepang.

Upaya bersama tersebut merupakan perluasan dari kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk membatasi kemampuan Tiongkok dalam memproduksi dan mengembangkan semikonduktornya sendiri, yang digunakan untuk Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning di militer, tetapi juga akan memengaruhi industri teknologi seluler.

Kendati kebijakan yang diberlakukan beberapa negara ini memang nampaknya cukup bisa menahan Tiongkok untuk memajukan industri teknologinya, di sisi lain sebenarnya dampak yang besar juga dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang memboikot pengiriman teknologi merek ke negara tersebut.

Seperti misalnya perusahaan mesin pembuat chip asal Jepang – Tokyo Electron. Sekitar satu per-empat dari penjualan produk mereka diketahui berasal dari Tiongkok.

Selain itu, pabrikan elektronik AS juga mengeluh bahwa dengan mencegah perusahaan Amerika untuk berdagang dengan Tiongkok, hal ini akan memengaruhi daya saing mereka, yang menyebabkan pemerintah Belanda dan Jepang mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Dilansir via GSMArena, Peter Wennink, CEO di ASML, memperingatkan bahwa kendali yang dipimpin AS atas ekspor mesin litografi pada akhirnya akan mendorong Tiongkok untuk mengembangkan teknologi canggihnya sendiri. “Itu akan memakan waktu, tetapi pada akhirnya, mereka akan sampai di sana,” kata eksekutif tersebut.

Tidak tinggal diam, Tiongkok sendiri telah melawan upaya AS. Beijing mengajukan sengketa dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada Desember yang bertujuan untuk membatalkan kontrol ekspor yang diberlakukan AS.

Bahkan chief executive officer ASML telah memperingatkan bahwa kampanye AS dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan. Pada 25 Januari, CEO Peter Wennink mengatakan langkah-langkah pengendalian ekspor yang dipimpin AS terhadap Tiongkok pada akhirnya dapat mendorong Beijing untuk berhasil mengembangkan teknologinya sendiri dalam peralatan pembuatan chip canggih.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads