alexametrics
Kaleidoskop 2018

7 Inovasi Smartphone Paling Keren Muncul Selama 2018, Apa Saja?

29 Desember 2018, 09:10:41 WIB

JawaPos.com – Bagi vendor smartphone, tahun 2018 tidak hanya melulu soal peluncuran produk. Tetapi juga soal inovasi dan terobosan baru. Terbukti sepanjang tahun ini muncul inovasi keren di berbagai brand smartphone.

Berdasarkan rangkuman JawaPos.com, inovasi termutakhir tersebut sudah diadopsi secara massal oleh pabrikan. Adapula inovasi yang baru akan digunakan tahun mendatang.

Agar lebih jelas, berikut rangkuman JawaPos.com soal inovasi dan terobosan baru yang populer dan muncul selama 2018.

Inovasi Smartphone 2018, Inovasi smartphone keren, Smartphone Inovasi 2018
Infografis: Inovasi smartphone yang muncul selama 2018 (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

1. Notch

Notch atau takik atau bisa disebut juga sebagai cerukan kosong pada area layar belakangan memang marak digunakan. Inovasi layar dengan notch sendiri sejatinya bukanlah teknologi baru. Namun popularitas notch melambung tinggi lantaran kehadiran iPhone X akhir 2017 lalu. Kontan saja teknologi tersebut ramai-ramai diadopsi vendor lainnya.

Hadirnya notch pada 2017 lewat iPhone X, kemudian ditiru dan digunakan ramai-ramai oleh vendor lain memang meberikan warna baru bagi desain smartphone yang ada. Sebelumnya layar hanya kotak atau persegi panjang. Dengan hadirnya notch, kini layar memiliki lekukan yang unik. Beberapa di antaranya bahkan kini sudah berevolusi bentuknya menyerupai tetesan air atau waterdrop notch dan istilah lainnya yang digunakan oleh vendor-vendor smartphone.

Seperti disinggung di atas, notch ramai digunakan oleh banyak vendor selepas iPhone X populer. Catatan kami, setidaknya hampir semua vendor smartphone populer saat ini hadir mengenakan desain tersebut. Ya, hampir semuanya.

Sejauh pengamatan kami, hanya Samsung yang konsisten dengan layar tanpa notch. Samsung memilih teknologi layar lainnya ketimbang menggunakan notch. Nanti akan kami bahas soal teknologi layar tersebut.

Kembali ke notch. Vendor-vendor yang hadir dengan desain layar tersebut selain Apple dengan iPhone X Series-nya, antara lain, Xiaomi, Poco, Huawei, Honor, Asus, Oppo, Vivo, Realme, dan vendor asal Korea Selatan (Korsel) LG.

Seperti pernah kami beritakan sebelumnya, secara sederhana penggunaan notch atau takik merupakan sebuah siasat. Ini dilakukan karena para vendor ingin mengakali volume layar menjadi lebih besar, namun tetap memikirkan dimensi dari sebuah smartphone agar tetap nyaman digenggam.

Sebab umumnya, ponsel yang beredar kebanyakan saat ini, layar besar secara otomatis menjadikan dimensi smartphone menjadi lebih besar pula. Karenanya kemudian diakali lewat notch atau takik. Notch sendiri diperkirakan masih akan populer digunakan vendor-vendor smartphone hingga dua tahun ke depan meskipun nantinya notch akan berubah bentuk.

2. Multikamera

Tren selanjutnya setelah layar dengan notch, ada tren multikamera. Tidak seperti notch, tren multikamera masih belum banyak digunakan oleh banyak vendor smartphone. Yang kami maksud dari multikamera adalah kamera smartphone yang lebih dari dua. Bisa tiga, atau lebih.

Mengapa demikian? Sebab tren multikamera lebih dari satu atau dual kamera sudah bukan teknologi baru lagi. Smartphone keluaran terkini sudah umum hadir dengan tawaran dual kamera. Kembali ke multikamera, di tahun ini memang belum banyak vendor yang hadir dengan konsep demikian.

Tren lebih dari dua kamera sendiri populer kala Huawei P20 Pro meluncur pertama kali Maret lalu di London, Inggris. Tak lama setelahnya, Huawei merilis smartphone tersebut di berbagai negara termasuk Indonesia. Kedatangan Huawei P20 Pro baik di pasar global maupun di pasar smartphone tanah air agaknya mirip dengan hadirnya notch pertama kali lewat iPhone X yang kemudian diikuti banyak vendor. Huawei membawa warna baru dalam aplikasi kamera smartphone.

Multikamera seperti Huawei di Indonesia memang belum banyak yang melakukannya. Pasalnya, baru Samsung lewat Galaxy A7 terbarunya yang hadir mengekor Huawei dengan setup triple kamera utama. Kendati Samsung bukan yang pertama dengan setup kamera demikian dan terkesan larut dalam euforia multikamera ala Huawei, namun pabrika Korea Selatan itu tidak tinggal diam. Samsung membalik keadaan.

Samsung menghadirkan Galaxy A9 dengan empat buah kamera utama sekaligus. Momen peluncuran Galaxy A9 pun berdekatan dengan perkenalan Galaxy A7 yang hadir dengan triple kamera. Tepat
beberapa bulan lalu di Negeri Jiran, Malaysia.

Sama seperti layar dengan notch, hadirnya multikamera pada perangkat smartphone diprediksi bakalan ramai digunakan oleh banyak vendor lainnya tahun mendatang. Dengan kata lain, tahun depan diprediksi akan semakin ramai hadir smartphone dengan penggunaan kamera utama lebih dari dua, tiga, atau seterusnya.

3. Pop-up Kamera

Selanjutnya ada Pop-up kamera. Istilah baru yang muncul dan semakin ramai diperbincangkan di tahun ini. Pop-up kamera juga menjadi salah satu terobosan inovasi dan teknologi di perangkat
smartphone. Pop-up kamera muncul pertama sekira awal Juni lalu.
Perangkat Vivo NEX generasi pertama jadi smartphone paling awal yang lahir dengan konsep demikian. Ide dari lahirnya konsep kamera pop-up sejatinya sederhana. Tujuan awalnya yakni hanya ingin memperlebar layar smartphone, namun tanpa perlu memikirkan penempatan kamera selfie.

Kenapa tidak dibuat notch saja? Jawabannya tidak akan benar-benar penuh. Jika menggunakan notch, smartphone akan tetap memiliki area yang mungkin mengurangi persentase luas area layarnya. Hal ini karena untuk penempatan kamera selfie menghadap ke depan yang paling banyak memakan tempat.

Earpieces atau beberapa sensor lainnya yang sejatinya bertempat tinggal di area notch mungkin bisa buat sangat kecil, namun tidak dengan kamera. Karena itu vendor membuat konsep penempatan kamera smartphone terpisah dari area layar, yakni dengan kamera pop-up.

Kemunculan Vivo NEX generasi pertama dengan ide kamera pop-up juga langsung diikuti vendor lainnya, Oppo. Meski masih saudara dengan desain pop-up yang tak identik, Oppo lewat Find X yang juga
telah hadir di Indonesia tetap mengenakan konsep tersebut untuk perangkatnya. Kamera pop-up sendiri memiliki cara kerja sederhana, yakni menempatkan modul kamera terpisah dari area layar bergabung dengan frame atau kerangka smartphone.

Meski banyak yang menyambut positif inovasi tersebut, namun tak sedikit pula pemerhati teknologi di dalam dan luar negeri yang meragukan teknologi kamera pop-up. Ya, apalagi kalau bukan karena faktor mekanis. Menurut beberapa pihak, konsep kamera slider atau pop-up merupakan ide bagus, namun bukan ide yang baik.

Di saat raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple, berusaha mengurangi ketergantungannya pada perangkat mekanik karena dianggap rentan, vendor Tiongkok justru banyak yang membuat perangkat dengan konsep demikian.

Setelah Vivo NEX dan Oppo Find X. Banyak bermunculan produk lain asal negeri Tirai Bambu itu hadir dengan kamera pop up. Sebut Saja Xiaomi Mi Mix 3, Honor Magic 2, Elephone, dan masih banyak lagi.

Nasib kamera pop-up sendiri dinilai kurang begitu populer. Tampaknya kehadiran perangkat dengan ide demikian tidak akan lama bertahan. Datangnya ide lain yang bisa mengakali penempatam kamera selfie pada 2018 agaknya akan menggantikan gagasan kamera mekanis pop-up.

Ide terbaru itu adalah lubang kecil di area layar atau istilah yang dipakai Samsung adalah layar Infinty O. Mirip konsep layar
dengan notch, namun layar Infinity O benar-benar penuh dengan lubang kecil yang disediakan untuk menjadi rumah dari kamera selfie yang ditanam di balik layar. Soal Infinity O, nanti akan kami jabarkan lebih detail di pembahasan pada poin selanjutnya.

4. In Screen Fingerprint Scanner

Teknologi dan inovasi lainnya yang hadir dan ramai selama 2018 adalah teknologi pengamanan berbasis sensor sidik jari atau fingerprint scanner. Bukan sensor sidik jari biasa, sensor tersebut
ditempatkan di balik panel layar. Jadi, pengguna tidak perlu repot-repot mencari area fingerprint scanner untuk membuka perangkat. Cukup tempelkan jari di area layar, kemudian sensor sidik jari akan membaca untuk membuka perangkat.

Mengutip laman CNet, fingerprint di bawah panel layar atau in screen fingerprint scanner akan banyak diterapkan tahun depan oleh berbagai vendor smartphone. Untuk saat ini, teknologi tersebut sudah bisa dirasakan dan digunakan di Indonesia lewat perangkat Vivo V11 Pro.

Masih soal teknologi di balik panel layar, ke depan juga akan mungkin diterapkan beberapa fungsi lainnya di area layar. Sebut saja speaker, kamera, dan beberapa sensor-sensor penting lainnya. Untuk teknologi tersebut, Samsung juga disebut telah memulai debutnya untuk serius terhadap teknologi yang ada di balik layar.

5. Foldable Phone

Untuk inovasi dan terobosan di teknologi smartphone, 2018 juga menjadi tahun penting. Sebab 2018 ini lahir genre smartphone baru, yakni smartphone lipat. Bukan ponsel lipat biasa pastinya.

Smartphone lipat di sini adalah smartphone dengan konsep lipat melipat antarlayar. Satu panel layar berukuran cukup besar kemudian dapat dilipat keseluruhannya untuk menjadi smartphone berukuran lebih kecil. Soal smartphone lipat memang telah menggaung sejak tahun lalu. Konsep demi konsep, rumor demi rumor bermunculan, namun baru terealisasi beberapa di tahun ini.

Smartphone lipat sendiri belum ada yang dijual ke pasaran. Namun beberapa vendor seperti Royole dengan FlexPai-nya dan Samsung dengan smartphone lipat yang dinamakan Galaxy F-nya telah menampakkan diri ke publik. Keduanya sama, yakni sama-sama mengusung konsep lipat melipat layar untuk menggabungkan dua fungsi perangkat sekaligus. Smartphone dan tablet.

Selain kedua vendor di atas, vendor-vendor lainnya juga menyatakan diri siap bergabung dalam gagasan tersebut. Sebut saja Huawei, LG, dan masih banyak lagi yang dirumorkan siap membesut smartphone lipat. Soal smartphone lipat sendiri banyak pihak meyakini bahwa pada 2019 akan semakin banyak bermunculan. Hal tersebut berkenaan dengan rencana Samsung merilis Galaxy F-nya ke pasaran setidaknya awal tahun depan.

6. Infinity O

Inovasi berikutnya, yakni Infinity O. Teknologi ini merupakan layar dengan lubang kamera untuk menanamkan modul kamera di balik layar, seperti sudah beberapa kali kami singgung di atas. Untuk layar dengan lubang kamera atau Infinity O, penamaan itu sendiri meminjam istilah dari Samsung.

Konsep layar demikian agaknya mirip dengan notch. Namun pada desain kali ini layarnya benar-benar full. Seluruh tepian layar menempel ke bingkai alias frame. Kemudian lubang tadi terletak agak ke tengah dan sedikit menjauh dari bingkai layar. Letaknya persis berada di dalam area layar. Makanya kemudian kami sebut lubang di area layar.

Konsep layar Infinity O sendiri telah banyak dirumorkan belakangan ini. Beberapa paten desain telah ramai bermunculan dari berbagai vendor smartphone. Namun Samsung dengan Galaxy A8S-nya telah memulai debut layar dengan konsep tersebut. Siapa menyangka, tadinya konsep layar demikian dirumorkan bakal hadir di perangkat flagship Samsung Galaxy S10. Namun, belakangan terungkap dan benar-benar diluncurkan justru di perangkat menengah pada Galaxy A8S.

Samsung Galaxy A8S kabarnya sudah siap dipasarkan di Tiongkok melalui mekanisme pra penjualan akhir Desember nanti. Selain Samsung, vendor lain yang hadir dengan konsep layar demikian adalah Huawei dengan perangkat Nova 4-nya. Huawei Nova 4 sendiri sudah diungkap pada 17 Desember lalu. Dengan begitu, terbuka peluang sangat lebar bahwa konsep layar demikian akan semakin ramai pada 2019 mendatang.

7. Dual Screen

Ada satu lagi inovasi smartphone yang muncul pada 2018 ini, yakni smartphone yang memiliki dua layar sekaligus. Ya, dua layar. Satu di depan dan satu lagi di belakang. Perangkat dengan dual screen itu sudah hadir di Nubia X kemudian di Vivo NEX Dual Display Edition. Seperti pernah JawaPos.com beritakan sebelumnya.

Perangkat tersebut benar-benar memiliki dua layar. Bagian belakang yang sejatinya menjadi tempat nyaman jari-jemari diletakan kala menggenggam smartphone, kini justru menjadi area layar kedua. Pada perangkat Vivo NEX Dual Display Edition, layar kedua di bagian belakang berfungsi sebagai layar untuk berswafoto. Pasalnya perangkat tersebut tidak memiliki kamera selfie yang umum diletakan di bagian depan. Sebagai gantinya, di bawah kamera utama di bagian belakang, diletakan layar kedua yang bisa digunakan kala menjepret foto diri. Belum jelas apakah teknologi ini akan booming pada tahun mendatang. Keraguan tersebut muncul melihat nilai fungsionalitasnya. Kita nantikan saja.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (ryn/JPC)



Close Ads
7 Inovasi Smartphone Paling Keren Muncul Selama 2018, Apa Saja?