Di Dekat Bumi, Ilmuwan Temukan Sistem Multiplanet Baru

29 Juni 2022, 16:03:52 WIB

JawaPos.com – Tim astronom dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), bekerja sama dengan astronom lain di seluruh dunia mengklaim telah berhasil mengidentifikasi dua planet berbatu yang mengorbit bintang yang diberi julukan sebagai HD 260655b dan 260655c. Planet-planet ini terletak dalam sistem yang hanya berjarak 33 tahun cahaya dari Bumi.

Menurut data dan perkiraan, planet-planet itu berbatu dan memiliki ukuran perkiraan bumi. Planet HD 260655b juga diperkirakan 1,2 kali sampai dua kali lebih besar dari bumi, dan sedikit lebih padat, serta memiliki tiga kali massa dari planet yang kita huni saat ini.

Melalui laman resminya, MIT menjelaskan, gerakan translasi planet-planet ini cukup cepat. Menurut perkiraan, planet HD 260655b mengorbit hanya dalam 2,8 hari saja. Planet HD 260655c, di sisi lain, mengorbitnya setiap 5,7 hari.

Dengan orbit yang sangat dekat dengan bintang, permukaan planet-planet ini sangat panas. Mereka dapat mencapai suhu 710 K (sekitar 436 derajat Celsius) di planet terdalam dan 560 K (sekitar 286 derajat Celsius) untuk planet dengan orbit terluar.

Berkat suhu ini, mereka dianggap tidak dapat dihuni. Lebih jauh lagi, mengingat keadaan ini, sangat tidak mungkin untuk memiliki jenis air atau cairan apa pun di benda langit ini.

Namun, para peneliti sangat antusias dengan penemuan ini, terutama tentang kemungkinan mempelajari dunia baru ini. Kesimpulan tentang keberadaan planet-planet ini dibuat oleh Michelle Kunimoto, seorang rekan postdoctoral di Kavli Institute for Astrophysics and Space Research MIT.

Dengan menganalisis pola peluruhan dalam luminositas bintang, Kunimoto dapat menyimpulkan bahwa ada bintang yang mengelilingi HD 260655.

Identifikasi resmi planet-planet ini hanya dimungkinkan berkat kolaborasi antara peneliti dari observatorium di Hawaii (Keck) dan Spanyol (Calar Alto). Mereka berbagi temuan melalui peralatan canggih dengan TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite).

Sekadar informasi, TESS adalah milik NASA, salah satu alat tercanggih yang dimiliki Lembaga Antariksa Amerika Serikat itu dan misinya dipimpin oleh MIT. Tujuannya adalah untuk mengenali dan mengamati bintang-bintang terdekat yang bersinar.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: